Staf Khusus Presiden Gelar Diskusi dengan Masyarakat Adat Ha Anim

Berita » Detail

Berita Umum
29 Aug 2017 07:57
Staf Khusus Presiden Gelar Diskusi dengan Masyarakat Adat Ha Anim

Staf Khusus Presiden RI, Lenis Kogoya menggelar diskusi kelompok terfokus dengan penguatan kapasitas masyarakt adat Ha Anim di empat kabupaten yakni Merauke, Mappi, Asmat dan Boven Digoel di salah satu hotel di Kota Merauke, Senin (28/8). Penguatan kapasitas kepada masyarakat adat di Tanah Papua merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kesadaran, kepedulian dan peran aktif masyarakat, serta peningkatan kualitas SDM masyarakat adat.

“Tujuan dari diskusi ini untuk meningkatkan kapasitas SDM masyarakat adat yang berwawasan Pancasila dan nasionalisme,” kata Lenis Kogoya. Menurutnya, menguatkan kelembagaan Lembaga Masyarakat Adat sebagai fondasi NKRI, menyusun rencana kerja, serta program kerja LMA sebagai mitra pemerintah dan melaksanakan pendampingan pengawasan program pemerintah. Dalam jangka pendek, program ini ditujukan pada perbaikan pengetahuan, pemahaman dan kesadaran terhadap isu-isu yang terkait dengan kehidupan sehari-hari mereka.

Untuk jangka panjang, program ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap perubahan sikap masyarakat dalam rangka perbaikan terhadap situasi dalam segala aspek yakni pendidikan, kesehatan, ekonomi, lingkungan, serta aspek perwujudan demokrasi, pemberantasan korupsi serta penegakan HAM. Menurutnya, salah satu program pemerintah yang rentan disalahgunakan adalah program Dana Desa. Program DD memiliki nominal yang besar, namun minim pengawasan, sehingga rentan tidak tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan masyarakat di Tanah Papua. “Oleh karena itu, dibutuhkan partisipasi masyarakat dalam pendampingan dan pengawasan program pemerintah di Tanah Papua, lebih khusus pengawasan terhadap penggunaan Dana Desa,” ujarnya.

LMA diharapkan mampu memposisikan diri sebagai lembaga mitra pemerintah yang profesional, menempatkan kepentingan bangsa dan negara diatas kepentingan pribadi. Dengan begitu, dana yang disalurkan ke kampung langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat asli Papua. Kegiatan diskusi dilaksanakan selama dua hari (28-29 Agustus 2017) di Kota Merauke. Diskusi menghadirkan narasumber dari Menteri Ristek Dikti, Badiklat, Kemenhan, UKP PIP dan ketua LMA Merauke.

Penulis

Gety

kontributor suara merauke

Berita yang berhubungan
Dapatkan berita update terbaru
Silahkan mendaftar untuk berlangganan berita, dikirim ke email anda