Pangkoararmada III: Waspadai Berbagai Kerawanan Di Laut

Berita » Detail

Berita Utama
20 Jul 2019 07:27
Pangkoararmada III: Waspadai Berbagai Kerawanan Di Laut
Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) III Laksamana Muda TNI I N.G. Ariawan, S.E., M.M., menegaskan kepada jajaran Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) IX, Lantamal XI, dan Lantamal XIV agar mewaspadai berbagai kerawanan di laut, antara lain illegal fishing atau penangkapan ikan dengan alat terlarang seperti trawl, handak dan potasium. 
 
Kemudian illegal mining, illegal oil, drugs smuggling dan penyelundupan senjata dari luar negeri merupakan tantangan yang harus disikapi dengan tegas dan tidak bisa ditolerir. Penegasan tersebut dikemukakan Pangkoarmada III dalam amanatnya pada upacara serah terima jabatan Komandan Lantamal IX Ambon dari pejabat Laksamana Pertama (Laksma) TNI Antongan Simatupang, kepada Laksma TNI Budi Purwanto, S.T., M.M., Komandan Lantamal XI Merauke dari Brigjen TNI (Mar) Ketut Suarya, kepada Bigjen TNI (Mar) Lukman, S.T., M.Si.(Han), Komandan Lantamal XIV Sorong dari pejabat Brigjen TNI (Mar) Hermanto, S.E., M.M., kepada Brigjen TNI (Mar) Suaf Yanu Hardani, di lapangan upacara Mako Koarmada III Jl. Bubara No. 1, Kel. Klaligi, Distrik Sorong Manoi, Kota Sorong, Papua Barat, Jumat (19/7).
 
Menurut Pangkoarmada III bahwa  "Permasalahan batas wilayah laut negara Indonesia dengan beberapa negara-negara di kawasan Pasifik Selatan yang belum disepakati atau unresolved maritime boundary area di wilayah kerja Koarmada III dan jajaran harus terus kita awasi dan jaga kedaulatanya," tegasnya.
 
Sesuai fungsi asasi pangkalan, Lantamal IX, XI, dan XIV melaksanakan sosialisasi hal ini kepada masyarakat nelayan, terkait batas-batas wilayah perairan Indonesia dengan negara tetangga di wilayah kerja masing-masing serta dukung maksimal terhadap unsur-unsur patroli laut dan udara Koarmada III dalam mewujudkan interoperability untuk menjaga stabilitas keamanan yang bertujuan untuk menciptakan rasa aman bagi masyarakat nelayan selama mencari nafkah di perairan Indonesia.
 
Dijelaskan bahwa organisasi Lantamal merupakan komando pelaksana dukungan yang merupakan salah satu komponen kekuatan Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) memiliki tugas untuk menyelenggarakan dukungan tempur, dukungan logistik, dukungan administrasi, dan dukungan  khusus bagi unsur-unsur TNI AL yang melaksanakan operasi di wilayah kerjanya.
 
Selain itu, melaksanakan pemberdayaan potensi maritim serta tugas tambahan, membantu menyelenggarakan dukungan fasilitas pangkalan bagi kesatuan non TNI  AL  yang melaksanakan operasi di wilayahnya.
 
Pada kesempatan tersebut, Pangkoarmada III menyampaikan apresiasi dan penghargaan terhadap kinerja Komandan Lantamal IX Ambon Laksma TNI Antongan Simatupang diantaranya berhasil melaksanakan pencegahan abrasi berupa penanaman pohon mangrove pesisir pantai dan penanaman terumbu karang di desa Hutumuri serta melaksanakan penyediaan sarana air bersih bagi warga Saparua.
 
Tercapainya peningkatan fasilitas pangkalan berupa penambahan satu buah dermaga TNI AL di Desa Tawiri, pembangunan beberapa fasilitas olahraga, perbaikan Sekolah Hang Tuah, serta pemeliharaan fasilitas Gedung lainnya, memajukan olahraga perairan di Provinsi Maluku seperti renang, layer dan selam yang diikuti dengan peluncuran buku “Keindahan Bawah LAut Negeri Raja-Raja."
 
Komandan Lantamal XI Merauke, Brigjen TNI (Mar) Ketut Suarya, diantaranya, meraih piagam penghargaan dari Kementrian Keuangan, sebagai satker terbaik pertama kategori pagu besar, dalam kinerja pelaksanaan anggaran tahun 2018, lingkup Kanwil DJPB (Direktorat Jendral Perbendaharaan) Provinsi Papua,  berhasil melaksanakan pembangunan rumah tinggal sederhana bagi Suku Asmat yang dialokasikan disebelah Mako Lantamal XI dan mendukung kegiatan upacara gabungan dalam rangka HUT TNI  yang ke-73 tahun 2018 di Merauke. 
 
Komandan Lantamal XIV Sorong Brigjen TNI (Mar) Hermanto, S.E., M.M., diantaranya  berhasil mengamankan dan menangkap pengedar ganja kering sebanyak 166 gram di KM Ciremai, melaksanakan penangkapan miras illegal jenis cap tikus sebanyak 110 liter dan 216 liter di KM Tatamailau serta penemuan amonisi dalam tanah di km.16 sorong dan bom mortir sisa perang dunia ke 2 yang dimuat ke Kapal Motor penumpang Erana,  berhasil menorehkan prestasi dengan meraih mendali perunggu pada kejuaraan karate nomor kata beregu di kejuaraan Pangdam Kasuari Cup tahun 2019.(geet)

Penulis

Kintan Rhapsudyah

staff

Berita yang berhubungan
Komentar

Komentar tidak ada

Silahkan komentar


Dapatkan berita update terbaru
Silahkan mendaftar untuk berlangganan berita, dikirim ke email anda