Pengecer Pupuk Bersubsidi Di Merauke Ikuti Pembinaan Dan Penandatanganan Pakta Integritas

Berita » Detail

Berita Utama
20 Sep 2019 08:43
Pengecer Pupuk Bersubsidi Di Merauke Ikuti Pembinaan Dan Penandatanganan Pakta Integritas
PT. Petro Kimia Gresik menggelar kegiatan pembinaan dan penandatanganan pakta integritas kios pengecer pupuk bersubsidi di PT. Petro Kimia Gresik Kabupaten Merauke tahun 2019.
 
Tujuannya adalah membina dan mengingatkan kembali kios-kios resmi pupuk bersubsidi di Kabupaten Merauke akan tugas dan tanggung jawab mereka sebagai orang yang dipercaya untuk menyalurkan pupuk.
 
"Kepatuhan itu kemudian dituangkan dalam bentuk  penandatanganan pakta integritas," jelas Staf Perwakilan Daerah Penjualan PT. Petro Kimia Gresik, Danny Tambunan di Hotel Ermasu, Kamis (19/09/2019).
 
Disebutkan di Merauke sebanyak 52 kios penyalur pupuk bersubsidi. Kepatuhan mereka dinilai cukup bagus dan setelah ada audit dari tim BPK Provinsi, tidak ditemukan  masalah yang menonjol.
 
Danny mengatakan, saat ini stok pupuk bersubsidi di Merauke masih cukup sampai kebutuhan selama dua bulan kedepan. Total kebutuhan pupuk secara umum untuk Kabupaten Merauke sebanyak 4000 ton untuk semua jenis pupuk bersubsidi yang dicover PT. Petro Kimia Gresik.
 
"Sepanjang 2018 sampai dengan semester satu tahun 2019, tidak ada keluhan kelangkaan pupuk untuk Merauke," tambahnya.
 
Lanjut dia, dalam pupuk bersubsidi diterapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang harus dipatuhi oleh semua kios.
Masing-masing jenis pupuk adalah, jenis ZA harganya Rp.1. 400 per kg atau 70 ribu per sak. Ponska, Rp 2.300 per kg atau Rp. 115.000 per sak. SP 36, Rp. 2000 per kg atau 100 ribu per sak, petro organik Rp500 per kg atau 20.000 per sak.
 
Namun dijelaskan, HET tercapai saat petani membeli langsung ke kios pengecer. Ketika harus mengantar ke lahan petani makan akan terjadi negosiasi biaya transportasi antara petani dan pengecer. Biaya transportasi itu tidak dicantumlan dalam nota belanja.
 
Para pengecer tidak boleh menjual pupuk diatas nilai HET yang sudah ditentukan, karena pupuk bersubsidi ini dibawah pengawasan pemerintah.(geet)
 
 
 

 

Penulis

Kintan Rhapsudyah

staff

Berita yang berhubungan
Komentar

Komentar tidak ada

Silahkan komentar


Dapatkan berita update terbaru
Silahkan mendaftar untuk berlangganan berita, dikirim ke email anda