Mgr.Petrus Canisius Mandagi, MSC Sampaikan Enam Pesan Penting 

Berita » Detail

Berita Utama
02 Jan 2020 16:56
Mgr.Petrus Canisius Mandagi, MSC Sampaikan Enam Pesan Penting 
Dalam open house perayaan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, Rabu (01/01), Uskup Administrator Apostolik Keuskupan Agung Merauke, Mgr. Petrus  Canisius Mandagi, MSC sampaikan enam pesan penting kepada umat Katolik di wilayah Keuskupan Agung Merauke.
 
Pertama, tentang arti Natal bagi masyarakat Papua Selatan, adalah kasih mengalahkan kebencian, kelembutan mengalahkan kekerasan, pengampunan mengalahkan balas dendam dan penegakan hukum mengalahkan peradilan jalanan.
 
"Berkaitan dengan itu, mari kita selalu menyelesaikan masalah dalam hidup bukan dengan kekerasan, bukan dengan angkat parang dan senjata, bukan dengan mengadakan penghancuran," ucapnya dalam konfenesi pers di Keuskupan Agung Merauke.
 
Sekaligus disampikan kepada aparat keamanan baik Polisi maupun TNI senantiasa hadapi orang Papua dengan cinta, ada penghargaan kepada orang Papua bukan dengan tindakan kekerasan.
 
Kedua, Perubahan, Natal mengajak semua orang untuk bertobat. Kelahiran Yesus Kristus ke dunia untuk membawa damai dan mengajak umat Allah kepada pertobatan, maka kasih Allah ini harus dibalas perubahan dan pertobatan.
 
"Orang Asli Papua Selatan berubahlah menjadi lebih pandai, lebih sehat, lebih bersih, lebih tertib, lebih sejahtera secara lahir dan batin. Demi perubahan, betapa pentingnya pendidikan di rumah, sekolah, universitas dan tengah masyarakat," kata Uskup Mandagi.
 
Ketiga, pemilihan Bupati tahun 2020. Terkait hal ini, Mgr. Canisius mengajak masyarakat untuk mengikuti jalannya proses pemilihan dengan damai, tak ada kekerasan, perpecahan, tak ada politik uang, suap-menyuap dan harus sesuai dengan aturan Pemilu.
 
Keempat, tentang Provinsi Papua Selatan, menurutnya, dilihat dari cahaya keadilan terhadap masyarakat Papua Selatan, sangat penting untuk dilakukan pemekaran sehingga pembangunan dan kemajuan daerah dan masyarakat Asli Papua akan jauh lebih baik dan merata.
 
Kelima, pemerintah yang bersih. Para pejabat pemerintah dihimbau berhenti melakukan korupsi atau makan uang rakyat demi kepentingan pribadi, keluarga dsb. Para pejabat hendaknya hidup dengan disiplin dan bertanggung jawab atas jabatannya.
 
"Jangan malas kerja, jangan berfoya-foya dengan uang rakyat. Janganlah pejabat pemerintah lebih banyak tinggal di luar Merauke dan menghambur uang untuk  mabuk dan ditemani wanita penghibur," tegasnya.
 
Pesan terakhir tentang lingkungan hidup. Mgr. Canisius Mandagi, MSC mengatakan, bumi Papua Selatan adalah Rumah Kita. Oleh karena itu, jangan dirusaki atau dihancurkan hanya karena kerakusan akan uang. 
 
Semua pihak terutama masyarakat asli harus bersama-sama menjaga hutan. Kerusakan hutan akan menyebabkan banjir, kekeringan, udara panas dan kesulitan air bersih. Ia juga mengajak masyarakat menjaga laut, kali-kali tetap bersih dengan tidak membuang sampah ke dalamnya.
 
Lebih dari itu, orang asli Papua diingatkan jangan menjual tanah, tapi boleh menyewanya untuk jangan waktu tertentu. Ini dimaksudkan supaya ada keberlangsungan bagi anak cucu dan kehidupan orang asli Papua  ke depannya diharapkan semakin baik.(geet)

Penulis

Kintan Rhapsudyah

staff

Berita yang berhubungan
Komentar

Komentar tidak ada

Silahkan komentar


Dapatkan berita update terbaru
Silahkan mendaftar untuk berlangganan berita, dikirim ke email anda