Permintaan Keluarga Korban Bentrok Mamberamo Raya Siap Diakomodir TNI-Polri

Berita » Detail

Berita Utama
17 Apr 2020 19:50
Permintaan Keluarga Korban Bentrok Mamberamo Raya Siap Diakomodir TNI-Polri
Setelah kejadian bentrok antara oknum anggota Polres Mamberamo Raya dan Satgas Pamrahwan Yonif 755/20/3-Kostrad yang menewaskan tiga anggota Polri pada Minggu (12/4/2020), kini keluarga korban menyampaikan satu permintaan khusus kepada pimpinan TNI-Polri.
 
Pihak keluarga dari korban Briptu Marcelino Rumaikewi, Bripda Yosias Dibangga dan Briptu Alexander Ndun minta agar dalam perekrutan anggota Polri maupun TNI ada prioritas bagi keluarga korban untuk menggantikan tiga korban masuk di TNI-Polri.
 
Permintaan tersebut disambut baik oleh Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua, Irjen Pol. Paulus Waterpauw dan Pangdam XVII/Cendrawasih, Mayjen TNI Herman Asaribab, yang disampaikan kepada awak media dalam kunjungan kerjanya di Merauke, Jumat (17/4) di Vip Room Bandara Mopah.
 
"Sementara ini Polri sedang proses untuk penerimaan Bintara Umum, setelah sebelumnya penerimaan Bintara Noken. Siapa tahu ada dari keluarga korban yang punya anak muda yang memenuhi syarat dan lulus SMA supaya bisa diakomodir. Saya pikir ini juga bagian komitmen untuk melihat bagaimana rasa duka kehilangan oleh keluarga," ungkap Kapolda.
 
Diprioritaskan sudah pasti dilakukan oleh Polri maupun TNI, hanya saja akan tetap melihat standar dari penerimaan, seperti kesehatan, intelegensi dan sikap atau perilaku calon yang akan direkrut.
 
"Tetapi kita akan berusaha untuk mencari kalau memang ada keluarga yang memenuhi syarat tetap kita fasilitas untuk masuk TNI atau Polri," sambung Pangdam XVII/Cendrawasih.
 
Meski sempat terjadi bentrok hingga menewaskan tiga anggota Polri belum lama ini, baik TNI maupun Polri sendiri tetap ada sinergitas agar tetap ada kedamaian dalam mendukung semua aktifitas pembangunan.
 
"Saya mewakili pimpinan TNI, menyampaikan turut berduka cita.  Segala terkait penanganan itu, kami dari TNI dan Polisi membantu fasilitasi sampai dengan proses pemakaman. Kalau ada yang dibutuhkan kami siap bantu," ucapnya lagi.
 
Kunjungan kerja kali ini diterima langsung  Bupati Merauke Frederikus Gebze, SE., M.Si, Danrem 174/ATW, Danlantamal XI Merauke, Danlanud Merauke, Kapolres Merauke, Dandim 1707 dan para perwira TNI dan Polri.
 
Rombongan beristirahat sejenak di Vip Room kemudian menuju Mapolres Merauke meninjau Dapur Lapangan TNI dan Polri. Dilanjutkan ke Kantor Bupati Merauke guna memberikan arahan dan motivasi kepada seluruh personil Perwira TNI dan Polri yang ada di Kabupaten Merauke.
 
Karena waktu yang sangat terbatas, usai pengarahan, rombongan menuju bandara Mopah Merauke untuk berangkat ke Jayapura.
 
Keduanya menyampaiakan permohonan maaf karena tidak sempat mengunjungi keluarga korban yang ada di Merauke.  Namun, masalah  investigasi penyelidikan masih berlangsung, karna  tim sudah di turunkan ke Mamberamo Raya.
 
“Saya dengan Bapak Kapolda kemarin langsung turun ke lapangan dan melihat tempat kejadian perkaranya. Tim sudah bekerja meminta keterangan saksi-saksi dan proses penegakkan hukumnya tetap berjalan. Dalam hal ini adalah POM kepada oknum anggota TNI, Propam Polda akan periksa personil Polrinya," sebutan Pangdam.(geet)

Penulis

Kintan Rhapsudyah

staff

Berita yang berhubungan
Komentar

Komentar tidak ada

Silahkan komentar


Dapatkan berita update terbaru
Silahkan mendaftar untuk berlangganan berita, dikirim ke email anda