Kesetaraan Petani OAP dan Pendatang di Merauke Mulai Nampak

Berita » Detail

Berita Umum
05 May 2020 09:06
Kesetaraan Petani OAP dan Pendatang di Merauke Mulai Nampak
Semakin hari semakin berkembang dan ada kesetaraan. Itulah yang terjadi dengan petani padi orang asli Papua (OAP) di Kabupaten Merauke. Seiring bertambahnya waktu, OAP mampu bersaing dengan pendatang.
 
Ungkapan ini disampaikan Bupati Merauke, Frederikus Gebze saat menghadiri panen raya di Kampung Urumb, Distrik Semangga, Kamis (30/4/2020) kemarin.
 
"Sudah ada kesetaraan saudara-saudara kita orang Papua dengan masyarakat eks trans. Artinya, sudah bisa bersawah dan menanam padi dengan luas sawah kurang 450 hektar yang sudah ada hasilnya," ucap Bupati yang biasa disapa Freddy dalam arahannya.
 
Padi dengan varietas pandan wangi dan rojolele yang dipanen itu seluas 1,5 hektar dan masih tersisa delapan hektar lagi yang siap dipanen. Potret ini menjadi kebanggaan bersama, ketika semua orang dari berbagai suku mampu dan terus berusaha untuk maju.
 
Untuk diketahui, pada musim rendengan ini padi milik petani Merauke belum semuanya panen, masih sementara berjalan berkisar 14.000 hektar yang sudah dipanen.
 
Kesempatan yang sama, petani setempat meminta untuk penambahan bantuan alat mesin pertanian (Alsintan). Serta, pembuatan talud pinggir sungai agar air asin tidak masuk ke lahan sawah.
 
"Mengenai alsintan pertanian nanti didata dan disesuaikan seperti apa yg diusulkan kepala kampung," sahut Bupati Freddy.
 
Sebelumnya, bantuan alsintan sudah banyak dibagikan ke kelompok tani Merauke. Namun, dipakai oleh banyak orang dan kurangnya perawatan membuat sebagian sudah tidak berfungsi. Belum lagi penambahan lahan baru yang terus dibuka, maka harus ada penambahan alsintan.(geet)
 
 
 

Penulis

Kintan Rhapsudyah

staff

Berita yang berhubungan
Komentar

Komentar tidak ada

Silahkan komentar


Dapatkan berita update terbaru
Silahkan mendaftar untuk berlangganan berita, dikirim ke email anda