Perpres 64/2020, Pemerintah Berikan Bantuan untuk Peserta JKN-KIS Kelas III 

Berita » Detail

Berita Umum
14 May 2020 22:22
Perpres 64/2020, Pemerintah Berikan Bantuan untuk Peserta JKN-KIS Kelas III 
Pemerintah resmi menetapkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 64 Tahun 2020 yang mengatur mengenai penyesuaian besaran iuran peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). 
 
Kepala Humas BPJS Kesehatan M. Iqbal Anas Ma'ruf mengatakan bahwa diterbitkannya kebijakan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah telah menjalankan putusan Mahkamah Agung.
 
"Perlu diketahui, Perpres yang baru ini juga telah memenuhi aspirasi masyarakat seperti yang disampaikan wakil-wakil rakyat di DPR RI, khususnya dari para Anggota Komisi IX, untuk memberikan bantuan iuran bagi peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU)/mandiri dan Bukan Pekerja kelas II," jelas Iqbal, Rabu (13/05/2020) dalam rilisnya yang diteruskan Kepala BPJS Kantor Cabang Merauke, Erfan Chandra Nugraha, Kamis (14/5/2020). 
 
la menerangkan, besaran iuran JKN-KIS peserta PBPU dan BP/Mandiri untuk bulan Januari, Februari, dan Maret 2020, mengikuti Perpres Nomor 75 Tahun 2019, yaitu Rp.160.000,- untuk kelas I, Rp 110.000 untuk kelas II, Rp 42.000 untuk kelas III. Sementara untuk bulan April, Mei, dan Juni 2020, besaran iurannya mengikuti Perpres Nomor 82 Tahun 2018, yaitu Rp.80.000,- untuk kelas I, Rp 51.000 untuk kelas II, dan Rp.25.500- untuk kelas III. 
 
"Per 1 Juli 2020, iuran JKN-KIS bagi peserta PBPU dan BP disesuaikan menjadi Rp.50.000,- untuk kelas I, Rp.100.000,- untuk kelas II, dan Rp42.000,- untuk kelas III" tutur Iqbal. 
 
Sebagai wujud perhatian dan kepedulian pemerintah terhadap kondisi finansial masyarakat, lanjut Iqbal, pemerintah menetapkan kebijakan khusus untuk peserta PBPU dan BP kelas II. Tahun 2020, iuran peserta PBPU dan BP kelas III tetap dibayarkan sejumlah Rp.25.500,- Sisanya sebesar Rp.16.500,- diberikan bantuan iuran oleh pemerintah. 
 
"Kemudian, pada tahun 2021 dan tahun berikutnya, peserta PBPU dan BP kelas III membayar iuran Rp.35.000,- sementara pemerintah tetap memberikan bantuan iuran sebesar Rp.7.000,-" tambahnya.
 
Iqbal juga mengatakan, sebagai upaya mendukung tanggap Covid-19, pada tahun 2020 peserta JKN- KIS yang menunggak dapat mengaktifkan kepesertaannya kembali dengan hanya melunasi tunggakan iuran selama paling banyak 6 bulan. 
 
Sisa tunggakan, apablia masih ada, akan diberi kelonggaran pelunasan sampai dengan tahun 2021, agar status kepesertaaannya tetap aktif. Untuk tahun 2021 dan tahun selanjutnya, pengaktifan kepesertaan harus melunasi seluruh tunggakan sekaligus, ujarnya. 
 
Intormasi lobih lanjut hubungi: Humas BPJS Kesehatan, di BPJS Kesehatan Kantor Pusat +62 21 424 6063.(geet)
 
 
 

Penulis

Kintan Rhapsudyah

staff

Berita yang berhubungan
Komentar

Komentar tidak ada

Silahkan komentar


Dapatkan berita update terbaru
Silahkan mendaftar untuk berlangganan berita, dikirim ke email anda