Peringati HAD, BWS Papua Merauke Selenggarakan Tanam Mangrove di Pantai Lampu Satu

Berita » Detail

Berita Umum
12 Aug 2020 12:27
Peringati HAD, BWS Papua Merauke Selenggarakan Tanam Mangrove di Pantai Lampu Satu
Dalam rangka memperingati Hari Air SeDunia (HAD)  ke XXVIII tahun 2020, Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua Merauke selenggarakan penanaman pohon mangrove di Pantai Lampu Satu Merauke dengan tema Ketahanan Air dan Tantangan Perubahan Iklim.
 
Ketua Panitia, Darwin Patpahan dalam laporan panitianya melaporkan, kegiatan ini tujuannya ikut membantu pembangunan melalui kegiatan nonfisik sehingga ekosistem pantai dapat tetap terjaga, sehingga terjadi keselarasan antara pembangunan dengan alam sekitarnya. 
 
"Penanaman pohon direncanakan 1.500 pohon, 1400 telah dilakukan penanaman dan hari ini ditanam 100 pohon," ujar Darwin, Selasa (11/8/2020).
 
Penanaman pohon mangrove ini sangat bermanfaat bagi perlindungan kawasan pantai Lampu Satu sehingga mengurangi pengaruh gelombang pasang terhadap daerah pemukiman sekitarnya.
 
Selanjutnya, sambung dia, masih rangkaian Hari Air Dunia, akan dilakukan senam bersama dan eksekusi saluran pada tanggal 14 Agustus 2020 nanti. 
 
Kepala Balai Wilayah Sungai Papua Merauke, Yulianus Manuel Mambrasa mengatakan Pantai Lampu Satu menjadi perhatian pemerintah daerah sampai pusat. Salah satunya, telah membangun tanggul sejak 2012 dan penanaman mangrove yang terus dilakukan. Diharapkan masyarakat sekitar tidak mengganggu hutan di pinggir pantai melainkan turut menjaganya.
 
"Apa yang kita kerjakan hari ini menunjang kita ke depan. Lokasi yang bagus ini kita jaga. Jangan wariskan air mata bagi anak cucu kita tapi wariskan mata air bagi mereka," ajak Yulianus dalam sambutannya mewakili Dirjen Sumber Daya Air Ketentuan PUPR RI.
 
Diharapkan pula, ini ke depan bisa meningkatkan ekonomi masyarakat setempat.  Asisten 2 Seta Kabupaten Merauke sekaligus Kepala PUPR Kabupaten Merauke, Ir. H.B.L. Tobing menyampaikan penghargaan kepada BWS yang berupaya mempertahankan kelestarian lingkungan. 
 
Semua stakeholder diajak bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan dengan mengurangi bahkan tidak melakukan penggalian pasir secara ilegal di pinggir pantai. 
 
Kata dia, penggalian pasir liar marak di Merauke dan mengakibatkan abrasi, kerusakan lingkungan pantai dan infra struktur jalan terputus yang menghubungkan daerah yang satu dengan daerah yang lain. 
 
"Mari kita ciptakan lingkungan kita menjadi lingkungan yang baik. Jika kita menjaga alam, pasti alam menjaga kita," tuturnya.(geet)

Penulis

Kintan Rhapsudyah

staff

Berita yang berhubungan
Komentar

Komentar tidak ada

Silahkan komentar


Dapatkan berita update terbaru
Silahkan mendaftar untuk berlangganan berita, dikirim ke email anda