Karantina Pertanian Merauke Sasar Kampung Kelapa di Makaling Jadi Desa Gratieks

Berita » Detail

Berita Umum
14 Sep 2020 09:29
Karantina Pertanian Merauke Sasar Kampung Kelapa di Makaling Jadi Desa Gratieks
Kepala Karantina Pertanian Merauke, Sudirman selain melakukan penguatan tugas pokok dan fungsi perkarantinaan diwilayah kerjanya juga melaksanan tugas strategisnya dalam mengawal program Konstratani dan Gerakan Tigakali Lipat Ekspor (Gratieks).
 
Program yang digagas Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo ini guna memenuhi kebutuhan pangan asal produk pertanian sekaligus memacu ekspornya ke manca negara.
 
Di wilayah kerjanya di Papua bagian Selatan, Sudirman bersama jajarannya telah sukses mendaftarkan 3 Badan Penyuluh Pertanian (BPP) milik Dinas Pertanian di tingkat kecamatan menjadi BPP model Kostratani dan terus lakukan pendampingan.
 
Langkah selanjutnya, Karantina Pertanian Merauke selaku koordinator Gratieks Produk Pertanian melakukan pemetaan kawasan sentra produk pertanian yang memiliki potensi ekspor.
 
Bersama dengan tim, ia memetakan desa, salah satunya adalah mendatangi lokasi sentra perkebunan yang digadang-gadang dapat terpilih sebagai Desa Pendukung Gratieks.
 
"Kampung Makaling sengaja kami pilih sebagai salah satu desa gratieks, karena pengembangan perkebunan kelapa dalam di Merauke terluas ada di Kampung Makaling, Distrik Okaba dan hasil olahannya berupa Kopra, Terang Sudirman," Sabtu (12/9/2020) di Merauke.
 
Luasan lahan perkebunan di wilayah tersebut mencapai 100 Ha, dengan produksi kopra dapat mencapai 78 ton/bulan dari 3.275 Ha tersebar di sepanjang pesisir Pantai Disitrik Okaba.
 
"Kami turun lapangan dengan cara mengumpulkan petani perkebunan kelapa yang sudah membentuk Gapoktan, diskusi bersama dengan Penyuluh, Pemangku Adat setempat, melihat langsung sistem budidaya dan pengolahan pascapaian  masyarakat kampung di sana," lanjut Sudirman menjelaskan.
 
Harapannya dengan kunjungan awal ini, akan memberikan gambaran sejauh mana Karantina Merauke mengambil langkah dalam mengawal program Gratieks di Merauke. Terutama pengembangan industri hilirnya yakni pengolahan kelapa menjadi kopra yang bernilai tinggi.
 
"Karena untuk membuka kran ekspor kita harus bisa memastikan selain ketersedian bahan baku di hilir harus kontinyu, kualiatas  pun menjadi syarat utama agar nilai jual semakin tinggi dipasaran baik lokal maupun pasar ekspor," tandasnya.(geet)
 
 
 

Penulis

Kintan Rhapsudyah

staff

Berita yang berhubungan
Komentar

Komentar tidak ada

Silahkan komentar


Dapatkan berita update terbaru
Silahkan mendaftar untuk berlangganan berita, dikirim ke email anda