Badan Pengelola Perbatasan Merauke Targetkan Bangun Dua PLB Wilayah Laut

Berita » Detail

Berita Umum
14 Sep 2020 09:32
Badan Pengelola Perbatasan Merauke Targetkan Bangun Dua PLB Wilayah Laut
Badan Pengelola Perbatasan Daerah Kabupaten Merauke melakukan  pengecekan Pos Lintas Batas (PLB) di Kondo  Distrik Naukenjerai, Merauke yang saat ini punya persoalan terkait hak ulayat. 
 
Selanjutnya penentuan untuk membangun PLB yang baru guna memudahkan pelintas batas wilayah laut. Sebab PLB yang sudah ada di Kondo, selain bermasalah dengan hal ulayatnya, akses perairannya  sangat jauh sehingga pelintas batas kesulitan untuk mencapai ke wilayah itu.
 
"Maka kami coba mencari jalan alternatif, apakah nanti dibangun di Torasi atau di Naukenjerai. Kalau di Naukenjerai ada Distrik, Polsek dan Koramil di sana, sehingga dimungkinkan bisa dikembangkan menjadi sentra ekonomi baru," sebut Kepala Badan Perbatasan Daerah Kabupaten Merauke, Elias Mite, S.IP, Jumat (11/9/2020) di ruang kerjanya.
 
PLB ini dikhususkan untuk pelintas batas jalur laut antar negara RI-PNG di perbatasan Merauke, agar sebelum menyebrang terlebih dahulu melapor jika hendak masuk maupun keluar wilayah RI.
 
Elias mengatakan, meskipun ada Pos Lintas Batas di Kondo, namun sejauh ini pelintas enggan melapor saat melakukan perjalanan antara kedua negara. Hal ini disebabkan aksesnya menyulitkan warga untuk melapor.
 
"Ini kita mengkaji dahulu, penting juga pembangunan Pos Lintas Batas wilayah laut untuk Torasi. Karena selama ini pelintas batas ilegal itu lewat Torasi," ucap Elias.
 
Ia berharap ada sinergitas yang baik antara Badan Perbatasan, Custom, Immigration Quarantine (CIQ) dan Lantamal XI Merauke, supaya ada solusi  atas persoalan ini. Sehingga, warga Indonesia yang melintas ke negara tetangga tidak dikenakan sanksi dari Negara PNG seperti yang terjadi selama ini.
 
Sebelum itu, kata Elias, akan dilakukan sosialisasi terkait aturan dan prosedur pelintas batas agar warga lebih memahami semua aturan baik pelintas batas laut maupun darat.
 
Lanjut ia menyampaikan, pihaknya telah melihat potensi yang ada di pesisir pantai sepanjang perbatasan untuk diusulkan kepada Badan Nasional Pengelola Perbatasan, guna perhatian menyangkut destinasi wilayah perbatasan.(geet)
 
 
 

Penulis

Kintan Rhapsudyah

staff

Berita yang berhubungan
Komentar

Komentar tidak ada

Silahkan komentar


Dapatkan berita update terbaru
Silahkan mendaftar untuk berlangganan berita, dikirim ke email anda