Relaksasi Prosedur Pencairan APBN Ditawarkan Untuk Stimulus Pertumbuhan Ekonomi

Berita » Detail

Berita Umum
14 Sep 2020 09:34
Relaksasi Prosedur Pencairan APBN Ditawarkan Untuk Stimulus Pertumbuhan Ekonomi
Saat ini, Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Merauke sedang berupaya mendorong satuan kerja (Satker)  untuk mempercepat pencairan APBN guna memberikan stimulus pada pertumbuhan ekonomi. 
 
Kepala KPPN Merauke, I Made Ambara menyampaikan, setidaknya pencairan APBN harus 70 persen lebih untuk memberikan stimulus pada perekonomian. Dan saat ini kurang lebih baru 55 persen dari total APBN.
 
"Diharapkan dapat dicapai di akhir September ini. Sebab jika tidak, akibatnya target pertumbuhan ekonomi tidak tercapai," ujar I Made, Jumat (11/9/2020) via telepon seluler.
 
Ia menyebut, masalah utama proses pemilihan penyedia barang dan jasa (lelang), dan kegiatan yang tertunda/tidak bisa dijalankan akibat pandemi Covid -19 dewasa ini.
 
Untuk itu, KPPN Merauke menawarkan relaksasi prosedur pencairan dana. Misalnya, penyampaian SPM (Standar Pelayanan Minimal) dari pagi sampai dengan jam 17.00 Wit. Tidak perlu menyampaikan Rencana Pencairan Dana untuk SPM dengan nilai di atas 1 Miliar, Tambahan Uang Persediaan tunai, dan relaksasi perhitungan IKPA (Indikator Kinerja Pelaksana Anggaran). 
 
"Harapannya Satker dapat mengoptimalkan kebijakan relaksasi. Kami juga melakukan vidcon utk semua Satker, rapat koordinasi terbatas dengan Satker tertentu, dan kunjungan ke Satker untuk mensosialisasikan percepatan," tutur Made.(geet)

Penulis

Kintan Rhapsudyah

staff

Berita yang berhubungan
Komentar

Komentar tidak ada

Silahkan komentar


Dapatkan berita update terbaru
Silahkan mendaftar untuk berlangganan berita, dikirim ke email anda