Pandemi Covid-19, Membuat Sebagian Aspirasi Masyarakat Dipending di Pusat

Berita » Detail

Berita Umum
20 Feb 2021 15:00
Pandemi Covid-19, Membuat Sebagian Aspirasi Masyarakat Dipending di Pusat

Sebagai wakil rakyat di senayan, Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi NasDem Dapil Papua, H. Sulaeman L. Hamzah wajib memberi informasi kepada masyarakat tentang aspirasi yang diperjuangkan di Pusat.

 

Keterbatasan anggaran menjadi kendala di tengah Pandemi Covid-19, sebab sebagian anggaran di semua sektor difokuskan untuk penanganan Covid. Sehingga setiap aspirasi masyarakat yang dibawanya di pusat, sebagian mempunyai kemajuan dan ada pula yang dipending.

 

"Tapi ada sebagian dijanjikan untuk bisa dibawa ke daerah pemilihan, asal memenuhi syarat. Ada kelompok berbadan hukum, itu menjadi prioritas mendapat bantuan dari kementrian," ucap Sulaeman saat reses serap aspirasi di daerah Gudang Arang Merauke, Papua, Sabtu (20/02/2021).

 

Reses kali ini membahas banyak tentang kebutuhan nelayan melalui komunikasi langsung dengan menerapkan protokol kesehatan. Para nelayan mengharapkan adanya perhatian dari pusat untuk perhatian peralatan kebutuhan di laut dan pengolahan hasil tangkapan guna pemenuhan kebutuhan ekonomi keluarga.

 

Sekertaris Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Merauke, Leonard Herman Rumbekwan menyampaikan terimakasih kepada Anggota DPRD, DPRP, DPR RI yang bersedia mendengar dan menjawab keluhan masyarakat. 

 

"Ketersediaan sarana prasarana perikanan sangat terbatas untuk mendapatkan hasil ikan. Kami harapkan dukungan bantuan bapak dan ibu melalui proposal kepada kementrian terkait untuk diperjuangkan," pinta Leonard yang juga hadir dalam pertemuan itu.

 

Dikatakan, fungsi Dinas Kelautan dan Perikanan hanya sebagai pembina, pendamping dan pemberdayaan kepada masyarakat terutama nelayan. Sementara setiap bantuan kebutuhan nelayan sangat diharapkan dukungan dari Kementrian Kelautan dan Perikanan.

 

Menjawab keluhan tersebut, H. Sulaeman L. Hamzah menyampaikan bahwa potensi kelautan dan perikanan di Papua, Merauke sangat besar ini perlu didukung peralatan yang memadai. Terutama para nelayan kecil harus dibantu agar tetap bertahan mempertahankan ekonomi keluarga.

 

"Saya sudah datang, berati saya berusaha sekuat tenaga untuk memperjuangkan apa saja yang bisa dilakukan untuk membantu nelayan.

Kita juga akan bantu asuransi nelayan," tutur Sulaeman.

 

Kesempatan yang sama sekaligus menyerahkan alat mainan anak berupa ayunan, buku cerita dan buku lainnya untuk anak-anak yang ada di Gudang Arang. 

 

"Kami juga saat ini mensuport kelompok ibu-ibu RT yang mengelola perikanan, bantuan freezer, dan alat pembuatan bakso," sambung Anggota DPR Papua, Fauzun Nihayah.

 

Selain itu, Fauzun berkomitmen memberikan perhatian dan pencerahan di dunia pendidikan dengan berbagai bantuan yang sudah dan akan diberikan. Salah satunya melalui Sekolah Restorasi Rumah Aspirasi H. Sulaeman L. Hamzah di Merauke. 

 

Di sekolah restorasi memberikan tambahan ilmu dan pengetahuan dalam rangka mempersiapkan generasi Orang Asli Papua (OAP) dengan SDM yang lebih kuat sehingga bisa menjadi pionir dan kelak jadi pemimpin yang baik di daerahnya. 

 

Terkait sekolah restorasi, diharapkan bisa membawa Papua tetap berada di NKRI dan rakyatnya berpikiran maju untuk terus berjuang memajukan diri dan daerah.

 

"Ke depan terus kita rawat guna membantu merubah pola pikir dari pemuda supaya harus berpikir maju dan memperbaiki nasib. Tidak bisa terus berkontradiksi, berseberangan dengan apa yang diprogramkan pemerintah. ," ungkap Sulaeman dalam sesi wawancara.

 

Lanjut kata Sulaeman, dalam mengentas kemiskinan di seluruh wilayah Indonesia butuh kerja keras dan dukungan semua pihak terutama keseriusan generasi penerus dalam dunia pendidikan. Sebab, Papua mendapat urutan pertama dalam konteks kemiskinan di Indonesia. 

 

"Di pusat sekarang kami sedang melakukan perubahan, membahas tentang revisi UU Otsus. Harapan kita, ada respon baik dari masyarakat Papua, dari DPRP dan MRP maupun pemerintah Papua dan Papua Barat untuk kita satu hati memperjuangkan. Kegagalan pada masa lalu merupakan bagian dari tanggung jawab bersama untuk mendorong, mengawal lebih baik lagi di masa yang akan datang," ajaknya.

Penulis

Rayendi Purba

Pegawai Honor Kominfo

Berita yang berhubungan
Komentar

Komentar tidak ada

Silahkan komentar


Dapatkan berita update terbaru
Silahkan mendaftar untuk berlangganan berita, dikirim ke email anda