Bantuan Hasil Olahan Ikan Program Safari Gemarikan Didominasi OAP

Berita » Detail

Berita Utama
27 Mar 2021 16:35
Bantuan Hasil Olahan Ikan Program Safari Gemarikan Didominasi OAP

Safari Gemarikan (Gerakan memasyarakatkan makan ikan) adalah program Kementrian Kelautan dan Perikanan RI sebagai gerakan nasional yang dilaksanakan dari tingkat pusat hingga daerah dengan tujuan untuk meningkatkan kulaitas hidup manusia Indonesia.

 

Gerakan Makan Ikan adalah gerakan perluasan kerjasama Komisi IV DPR RI dan KKP yang diperjuangkan Anggota Komisi IV DPR RI, H. Sulaeman L. Hamzah untuk daerah Papua. Tujuannya untuk menekan angka stunting nasional, meningkatkan angka konsumsi ikan, dan untuk menumbuhkembangkan UMKM pengolahan hasil ikan.

 

"Program ini juga untuk mencerdaskan anak bangsa, menekan angka stunting di tengah Pandemi Covid-19. Dengan menjaga imun yang baik maka masyarakat pasti sehat," terang Anggota Komisi V DPR Papua, Fauzun Nihayah sekaligus sebagai Direktur Eksekutif Rumah Aspirasi H. Sulaeman L. Hamzah Merauke dalam sambutannya pada kegiatan Safari Gemarikan di Rumah Aspirasi Merauke, Sabtu (27/03).

 

Produk ikan yang dibagikan merupakan hasil binaan dari H. Sulaeman L. Hamzah, bersama anggota DPR Provinsi, Fauzun Nihayah serta perwakilan Fraksi NasDem di DPRD Kabupaten Merauke. Kali ini, pembagian hasil olahan ikan 80 persen menyasar ibu-ibu asli Papua untuk Kabupaten Merauke dan Boven Digoel.

 

"Apa yang kami lakukan ini adalah murni wujud kepedulian dari kami sebagai wakil bapak dan ibu semua di pusat di provinsi dan kabupaten," ucap Fauzun.

 

Kesempatan yang sama, Kepala Seksi Pemasaran dan Distribusi Produk Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua, Yusuf Wally mengatakan, gerakan makan ikan di Papua sangat penting guna menekan trend stunting yang masih cukup tinggi di Papua.

 

Prevalensi angka stunting di 29 Kabupaten/Kota di Papua mencapai 24,9 persen. Artinya bahwa tingkat stunting di Papua masih cukup tinggi di atas angka yang direkomendasikan oleh WHO Indonesia di bawah 20 persen. Ia menyebut, di Merauke sendiri 22,8 persen sedangkan Boven Digoel 39 persen.

 

"Sehingga dengan gerakan makan ikan sangat penting untuk perbaiki gizi anak di Papua mulai dari ibu hamil dan pada usia 1000 hari anak dikasih makan ikan. Supaya mereka cerdas. Kami sangat berterima kasih kepada legislatif yang bisa memfasilitasi kegiatan-kegiatan yang bisa menginterfensi penanganan stunting di Papua," imbuhnya.

 

Di Papua, potensi laut, ikan di rawa, sungai dan kali begitu besar, namun masyarakat Papua membutuhkan sumber daya manusia yang mampu mengelola hasil ikan melalui usaha mikro, kecil dan menengah untuk meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat.

 

"Berkat Bapak H. Sulaeman maka kami bisa berada di sini. Secara nasional angka stunting di Indonesia masih tinggi maka masih sangat besar kesempatan untuk berusaha bersinergi menyatukan program dari pusat hingga daerah. Kapanpun kami siap bersinergi demi memberikan manfaat bagi masyarakat," sambung Sesditjen PDSPKP (Pembuatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan) Benny A. Subki yang juga hadir dalam kesempatan tersebut.

Lanjut Subki mengatakan, ikan merupakan salah satu sumber pangan untuk mendukung program prioritas di KKP bersinergis dengan program Germas di bidang Kesehatan untuk penanganan stunting. Kandungan protein dan omega 3 sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan fisik dan otak.

 

Kementrian KKP punya perhatian lebih untuk selalu berkontribusi dan bersinergi program untuk perkembangan jaringan otak, mata bagi anak di bawah usia dua tahun (Baduta) melalui program Gemarikan atau gerakan memasyarakatkan memakan ikan. 

 

Program Safari Gemarikan ini juga dapat menumbuhkembangkan UMKM masyarakat setempat dan Dirjen PDSKP sangat mendukung gerakan ini sambil menyerap produk lokal.

 

"Ini kesempatan kita untuk menumbuhkembangkan usaha mikro, kecil sebagi pengelola bahan. Nanti pemasarannya kami punya direktorat pemasaran yang khusus menangani pemasaran dalam negeri dan ekspor. Untuk buyers di dalam maupun keluar negeri, kami siap mendukung," tutur Benny. 

 

Prosesnya akan diawali dengan pendataan dan pembinaan para pelaku UKM di Merauke dan Boven Digoel karena setiap tahun KKP punya acara promosi nasional dan luar negeri yang bisa memamerkan produk lokal. Dan untuk masa Pandemi ini dialihkan melalui digitalisasi.

 

Ini merupakan paket dari tahun 2020 yang diperjuangkan H. Sulaeman yakni satu paket di Jayapura dan satu paket lainnya di Selatan Papua khususnya Merauke dan Boven Digoel. Tahun ini paket yang sama untuk dua kabupaten yang sama, sambung H. Sulaeman L. Hamzah dalam sambutannya.

 

"Alhamdulillah, prodak yang diambil juga dari binaan kita dan dari bantuan KKP kemudian berkembang jadi usaha kecil yang berkembang. Nanti saat PON, akan ada oleh-oleh produk perikanan dari Merauke. Gerakan makan ini bukan hanya slogan tetapi terus berkembang," ucap H. Sulaeman.

 

Ia berharap, Pemkab melalui dinas terkait harus menanggapi program ini untuk kelanjutannya guna mencerdaskan anak bangsa dan mencegah stunting di Papua khususnya Merauke dan Boven.

 

Setiap kesempatan dalam rapat dengan komisi maupun dengan pihak terkait di level atas, H. Sulaeman selalu menekankan untuk memperhatikan masyarakat kecil. Salah satu contoh, masyarakat asli Papua di kampung-kampung menangkap ikan dengan peralatan seadanya untuk mempertahankan ekonomi keluarga.

 

"Untuk itu, saya titipkan pesan melalui Pak Sesditjen agar memperhatikan masyarakat kecil. Wilayah perairan di Papua sangat luas, maka pemanfaatan hasilnya perlu ada keseriusan dari semua pihak dari pusat hingga ke daerah," pintanya.

 

Kegiatan diakhiri dengan pembagian hasil olahan ikan kepada 80 persen mama-mama asli Papua perwakilan dari Merauke dan Boven Digoel. Selama kegiatan tetap mengikuti protokol kesehatan.

Penulis

Rayendi Purba

Pegawai Honor Kominfo

Berita yang berhubungan
Komentar

Komentar tidak ada

Silahkan komentar


Dapatkan berita update terbaru
Silahkan mendaftar untuk berlangganan berita, dikirim ke email anda