Berita Utama

Hari Pangan Sedunia 2026, Bupati Yoseph Sebut Merauke Fokus Tingkatkan Produktivitas dan Kesejahteraan Petani

Merauke - Peringatan Hari Pangan Sedunia 2026 menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Merauke untuk memperkuat pembangunan sektor pangan yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga kesejahteraan petani, pemenuhan gizi masyarakat, serta kelestarian lingkungan.

Mengusung tema “Inovasi Hari Ini, Nutrisi Besok” (Innovate Today, Nourish Tomorrow), peringatan tahun ini menekankan pentingnya inovasi dalam membangun sistem pangan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat saat ini sekaligus menjamin ketersediaan pangan yang berkualitas bagi generasi mendatang.

Hal ini disampaikan Bupati Merauke, Yoseph Bladib Gebze dalam sambutannya pada puncak Hari Pangan Sedunia (HPS) 2026, Jumat, (16/10/2026) di Halaman Kantor Bupati Merauke. 

Yoesph menyampaikam, Kabupaten Merauke dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung ketahanan pangan, baik melalui sektor pertanian, peternakan, perikanan maupun pengembangan pangan lokal. Potensi tersebut didukung oleh luasnya lahan, kekayaan sumber daya alam, serta kearifan lokal masyarakat adat yang telah diwariskan secara turun-temurun.

"Namun, besarnya potensi tersebut perlu diikuti dengan kebijakan pembangunan yang tepat agar hasil produksi pangan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama petani, nelayan, dan pelaku usaha pangan di tingkat kampung," kata Yoseph.

Disebutkan, dalam arah pembangunan pangan Kabupaten Merauke, terdapat lima prioritas utama yang perlu menjadi perhatian bersama.

Pertama, meningkatkan produktivitas pangan melalui inovasi dan pemanfaatan teknologi. Upaya ini dilakukan dengan mendorong penggunaan teknologi pertanian tepat guna, peningkatan kualitas benih, perbaikan tata kelola air, serta memperluas pendampingan bagi petani kecil.

Peningkatan produktivitas diharapkan tidak hanya menambah jumlah hasil panen, tetapi juga meningkatkan kualitas dan daya saing produk pangan lokal sehingga mampu memberikan nilai ekonomi yang lebih baik bagi petani.

Kedua, memperkuat keterlibatan dan kesejahteraan petani serta nelayan lokal. Pemerintah diharapkan memberikan ruang yang lebih luas melalui pelatihan, pendampingan, akses permodalan, dan penguatan kelembagaan ekonomi kampung.

Keterlibatan generasi muda Papua dalam sektor pertanian dan pangan juga menjadi perhatian penting. Petani muda diharapkan dapat berkembang menjadi pelaku utama pembangunan ekonomi daerah, bukan sekadar menjadi tenaga kerja, tetapi mampu mengelola usaha pangan secara mandiri dan berkelanjutan.

Ketiga, mengembangkan diversifikasi pangan dengan mengoptimalkan potensi pangan lokal. Merauke memiliki beragam sumber pangan yang dapat dikembangkan, seperti sagu, umbi-umbian, pisang, dan hasil perikanan.

Pengembangan pangan lokal menjadi penting untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap satu jenis komoditas sekaligus menjaga keberagaman sumber pangan yang sesuai dengan kondisi alam dan budaya masyarakat setempat.

Keempat, membangun sistem pangan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Peningkatan produksi harus berjalan seimbang dengan upaya menjaga kesuburan tanah, melindungi kawasan hutan, serta mempertahankan kelestarian lingkungan hidup.

Selain itu, pembangunan sektor pangan juga perlu memperhatikan dan menghormati hak-hak masyarakat adat. Dengan demikian, pengembangan ekonomi daerah dapat berjalan tanpa mengabaikan keberlanjutan lingkungan dan nilai-nilai budaya yang hidup di tengah masyarakat.

Kelima, memperkuat distribusi pangan dan meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Ketersediaan pangan harus dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga yang tinggal di kampung-kampung terpencil.

Keterjangkauan harga pangan juga perlu dijaga agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Perhatian khusus harus diberikan kepada ibu hamil, bayi, balita, dan kelompok rentan lainnya sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat dan mencegah stunting.

Bupati Yoseph tegaskan, pembangunan pangan di Kabupaten Merauke pada akhirnya tidak boleh hanya diukur dari besarnya produksi atau luasnya lahan pertanian yang dikelola. Keberhasilan pembangunan juga harus dilihat dari sejauh mana hasilnya mampu meningkatkan pendapatan petani, memperbaiki kesejahteraan masyarakat, serta menjamin terpenuhinya kebutuhan pangan bergizi.

"Merauke tidak boleh hanya menjadi daerah penghasil pangan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah, tetapi juga harus menjadi daerah yang memberikan kesejahteraan bagi masyarakatnya sendiri."

Petani, lanjut Yoseph, tidak seharusnya hidup dalam kesulitan di tengah melimpahnya hasil pertanian. Karena itu, penguatan sektor pangan perlu disertai dengan upaya memperbaiki akses pasar, meningkatkan nilai tambah produk, memperkuat kelembagaan ekonomi masyarakat, serta memastikan petani memperoleh manfaat yang layak dari hasil kerja mereka.

Di sisi lain, kemajuan ekonomi tidak boleh mengabaikan kelestarian alam dan nilai-nilai budaya masyarakat adat. Keseimbangan antara peningkatan produksi, perlindungan lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat menjadi landasan penting dalam membangun sistem pangan yang berkelanjutan.

Melalui momentum Hari Pangan Sedunia 2026, pembangunan sektor pangan di Merauke diharapkan semakin terarah dengan menempatkan petani, nelayan, masyarakat adat, serta pemenuhan gizi masyarakat sebagai bagian penting dari pembangunan daerah.

Baca Juga: Beras Premium Lokal Merauke Diluncurkan pada HPS 2026

Dengan mengoptimalkan potensi pangan lokal, memperkuat inovasi, dan memastikan distribusi yang merata, Merauke diharapkan mampu berkontribusi terhadap ketahanan pangan sekaligus mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakatnya.(Get)