Merauke - Pemerintah Kabupaten Merauke menetapkan status keadaan darurat bencana untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah.
Selain meningkatkan koordinasi lintas instansi, pemerintah daerah juga mengusulkan rekayasa cuaca atau hujan buatan sebagai salah satu upaya mengurangi risiko kebakaran.
Bupati Merauke, Yoseph Bladib Gebze, mengatakan status darurat bencana tersebut telah ditetapkan sejak pekan sebelumnya. Penetapan ini menjadi landasan bagi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama instansi terkait untuk mengambil langkah penanganan sesuai kebutuhan di lapangan.
Saat ditemui wartawan di Merauke, Senin, (19/10/2026), Bupati menyampaikan bahwa perkembangan karhutla di sejumlah distrik mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Berdasarkan laporan yang diterimanya, beberapa wilayah telah diguyur hujan sehingga jumlah titik api mulai berkurang.
“Informasi yang kami dapat dari beberapa distrik, memang titik-titik api sudah mulai menurun. Mungkin dari angka yang kemarin cukup signifikan dan tinggi, sekarang sudah mulai menurun karena ada beberapa tempat yang sudah turun hujan,” ujarnya.
Meski terdapat penurunan titik api, Pemkab Merauke belum mengendurkan upaya pemantauan. Kondisi di lapangan masih menjadi perhatian, terutama di kawasan yang sulit dijangkau petugas maupun masyarakat.
Yoseph menjelaskan, luasnya wilayah dan terbatasnya akses menuju sejumlah lokasi kebakaran menjadi tantangan dalam proses pemadaman. Sebagian titik api berada jauh di dalam kawasan hutan sehingga membutuhkan dukungan peralatan dan sarana yang memadai.
“Wilayah-wilayah yang bisa dijangkau oleh aparat dan masyarakat mungkin lebih mudah. Tetapi banyak juga yang tidak bisa dijangkau karena jaraknya cukup jauh, di tengah hutan dan lain sebagainya. Itu menjadi kendala tersendiri bagi kita, termasuk sarana dan prasarana untuk memadamkan api,” jelasnya.
Di tengah kondisi cuaca kering, Pemkab Merauke berharap curah hujan meningkat dan menjangkau wilayah-wilayah yang masih terdampak karhutla maupun kekeringan. Salah satu langkah yang diusulkan adalah pelaksanaan rekayasa cuaca dengan memanfaatkan kondisi atmosfer yang memungkinkan terbentuknya hujan.
Menurut Yoseph, pemerintah daerah melalui BPBD telah melaporkan perkembangan situasi kepada pemerintah di tingkat lebih tinggi sekaligus menyampaikan usulan agar rekayasa cuaca dapat dipertimbangkan untuk wilayah Merauke.
“Kita minta kalau sudah ada awan, mungkin bisa direkayasa untuk hujan buatan di Merauke,” katanya.
Ia menambahkan, pelaksanaan rekayasa cuaca perlu mempertimbangkan kondisi atmosfer serta ketersediaan awan yang memenuhi persyaratan. Karena itu, informasi prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus menjadi salah satu acuan pemerintah daerah dalam memantau perkembangan situasi.
Bupati berharap upaya tersebut dapat membantu menekan jumlah titik api, sekaligus mengurangi risiko kebakaran meluas ke kawasan lain.
Penetapan status keadaan darurat bencana diharapkan memperkuat koordinasi antarlembaga dalam menghadapi dampak karhutla dan kekeringan. Langkah ini juga menjadi dasar bagi instansi terkait untuk menyusun tindakan penanganan, mengidentifikasi kebutuhan sarana dan prasarana, serta mengusulkan dukungan kepada pemerintah di tingkat lebih tinggi.
Pemkab Merauke menyadari bahwa perkembangan bencana sangat dipengaruhi kondisi cuaca dan situasi di lapangan. Oleh sebab itu, penanganan akan terus disesuaikan dengan perkembangan yang dilaporkan dari distrik-distrik terdampak.
Walaupun hujan mulai turun di beberapa lokasi dan titik api dilaporkan menurun, kewaspadaan tetap diperlukan. Wilayah yang sulit dijangkau masih membutuhkan perhatian agar kebakaran tidak meluas dan menimbulkan dampak lebih besar bagi masyarakat maupun lingkungan.
Baca Juga: Tari Nggatsi dan Pembagian 500 Paket Sembako Meriahkan Pesta Padi Waninggap Kai
Ia mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan, terutama ketika kondisi cuaca masih kering. Partisipasi masyarakat dinilai penting untuk mencegah munculnya titik api baru dan mendukung upaya penanganan karhutla di Kabupaten Merauke.(Get)








0 Komentar
Komentar tidak ada