Merauke - Wakil Menteri Pertanian RI, Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa, berjanji menyiapkan solusi terpadu untuk mengatasi berbagai kendala yang dihadapi petani dalam program Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Kabupaten Merauke.
Hal itu disampaikan saat mengunjungi kawasan CSR 2025–2026 seluas sekitar 1.885 hektare di Kampung Muram Sari, Distrik Semangga, Sabtu (24/10/2026). Dalam kunjungan tersebut, petani dan masyarakat adat menyampaikan sejumlah persoalan, mulai dari pengangkutan hasil panen, jalan usaha tani, irigasi, penataan lahan hingga ketersediaan BBM.
Saleh Mustafa mengatakan, program cetak sawah tidak cukup hanya dengan membuka lahan baru, tetapi harus didukung infrastruktur dan sarana produksi yang memadai agar lahan dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Kita akan bicarakan dan saya laporkan kepada Pak Menteri untuk ada semacam solusi terpadu,” ujarnya.

Menurutnya, penanganan harus dilakukan dari hulu hingga hilir, termasuk pembangunan jalan usaha tani, pembenahan irigasi, mekanisasi dan pemanfaatan teknologi pertanian. Kebutuhan tersebut akan dihitung agar investasi pemerintah benar-benar berdampak terhadap produktivitas petani.
Dalam kesempatan itu, Wamentan juga menyerahkan bantuan sektor pertanian senilai Rp31,33 miliar kepada kelompok tani. Bantuan tersebut meliputi pengolahan lahan pascakonstruksi cetak sawah, infrastruktur irigasi, jalan usaha tani dan sarana konservasi air.

Kunjungan tersebut turut dihadiri Pangdam XXIV/Mandala Trikora Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia, Sekda Papua Selatan Ferdinandus Kainakaimu, Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze, serta sejumlah pejabat TNI-Polri.(Get)








0 Komentar
Komentar tidak ada