Berita Utama

Dua Bulan Didampingi di Rumah Singgah Fauzun Nihaya, Puluhan Anak Jalanan Merauke Mulai Mengenal Calistung

Merauke - Pendampingan terhadap anak jalanan di rumah singgah Fauzun Nihayah South Papua Golden Generation terus dilakukan dan menunjukkan progres yang positif. 

Sejak diresmikan pada Jumat, (21/8/2026), di Gudang Arang Merauke, rumah singgah tersebut menjadi tempat anak jalanan menggantungkan harapan untuk mengubah nasib yang lebih baik setelah mereka dibekali ilmu pengetahuan dasar, iman dan karakter yang berkualitas. 

Wakil Bupati Merauke Fauzun Nihayah mengatakan, anak-anak binaan mendapatkan pendampingan secara rutin setiap hari senin dan jumat. Kegiatan hari senin difokuskan pada penguatan mental, karakter dan iman melibatkan Kementrian Agama, pendeta, serta pihak terkait. 

Sementara di hari Jumat, difokuskan pada pembelajaran membaca, menulis dan berhitung (Calistung) melalui kerjasama dengan pengurus wilayah NU. 

"Progresnya semakin baik, anak-anak juga semakin luar biasa yang sebelumnya belum bisa mengenal huruf dengan baik tapi sudah mulai bisa membaca setelah dalam waktu dua bulan ini didampingi," terang Fauzun Nihayah, Jumat, (23/10/2026). 

Selain meningkatkan kemampuan dasar pendidikan, pembinaan juga diarahkan untuk membantu anak-anak meninggalkan kebiasaan menghirup ibon dan berbagai sikap yang merusak kesehatan dan masa depan anak. 

Sejak awal, jumlah anak binaan yang terdata sekitar 60 orang, sedangkan yang rutin mengikuti kegiatan diperkirakan sekitar 50 orang. Diakui masih terdapat anak-anak yang belum terjangkau karena keterbatasan akses untuk mengetahui keberadaan mereka. 

Untuk memastikan anak-anak dapat mengikuti pembelajaran, pengelola rumah singgah menyediakan layanan antar jemput di sejumlah titik tempat tinggal anak. Selain itu, anak juga mendapatkan makanan bergizi gratis selama mengikuti kegiatan pembinaan. 

Fauzun menambahkan, pihaknya terus berupaya memperluas pendampingan. Rumah singgah mendapat kunjungan dari dosen Unmus yang mengajak anak bernyanyi berolahraga diberikan motivasi serta menjalani pemeriksaan sederhana termasuk pengukuran tinggi badan. 

Fauzun menyambut baik keterlibatan pihak kampus dan membuka ruang bagi pihak lain yang ikut memberikan perhatian terhadap anak-anak tersebut. Sebab baginya, untuk mengurus banyak anak butuh kolaborasi dan semua pihak punya tanggungjawab untuk mempersiapkan generasi Papua Selatan yang berkualitas. 

Ke depan, lanjut Fauzun, anak-anak yang belum dapat kembali mengikuti pendidikan formal akan difasilitasi melalui program pendidikan kesetaraan Paket A, B dan C. 

Untuk itu, program yang sudah dimulainya itu, diharapkan mendapat dukungan dari Pemkab dan Pemrov dengan menyediakan asrama khusus yang dapat menampung dan mendampingi anak secara profesional.

Baca Juga: Lanud J.A Dimara Dukung Operasi Modifikasi Cuaca untuk Penanggulangan Karhutla di Papua Selatan

"Kalau yang saya lakukan selama ini masih seadanya dan semampu saya, tapi kita butuh ada perhatian dari pemerintah supaya anak-anak ini bisa ditampung dan didampingi secara profesional di asrama yang representatif," tutur Fauzun.(Get)