Berita Utama

Pertumbuhan Ekonomi Papsel 2025 Tercatat 3,38 Melambat Dibandingkan 2024 di 5,509 Persen

Merauke - Pertumbuhan ekonomi Papua Selatan pada 2025 tercatat sebesar 3,38 persen melambat ketika dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 5,509 persen.

Untuo tu, Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Selatan, Ferdinandus Kainakaimu mendorong agar pertumbuhan ekonomi di provinsi tersebut meningkat di 2026 dan tahun selanjutnya.

"Kondisi ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa diperlukan langkah-langkah strategis untuk terus menjaga dan memperkuat momentum pertumbuhan ekonomi di daerah," kata dia disela-sela sambutannya membuka Papua economic and investment forum (PEIF) ke -1 tahun 2026 yang digelar oleh Bank Indonesia di Swissbel-hotel Merauke, Senin, (10/3/2026).

Saat ini, kata dia, perekonomian Papua Selatan ditopang oleh Lapangan Usaha Pertanian, dan Perdagangan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan sektor-sektor tersebut, disertai pengembangan sektor potensial lainnya, agar perekonomian daerah semakin kokoh, berdaya saing dan mampu tumbuh secara berkelanjutan.

Lanjut dia, diketahui bersama bahwa bukan hanya Papua Selatan saja, namun seluruh wilayah Papua menyimpan potensi yang luar biasa.

"Kita memiliki sumber daya alam, potensi pertanian, perkebunan serta berbagai sektor unggulan lainnya yang dapat dikembangkan secara lebih optimal," ujarnya.

Papua economic and investment forum (PEIF) ke-1 di Papua Selatan. 

Menurutnya, potensi tersebut harus diterjemahkan menjadi peluang investasi yang konkret, terstruktur dan layak ditawarkan kepada investor. Untuk itu, pemahaman mengenai standar IPRO internasional penting agar proyek-proyek unggulan daerah dikemas secara lebih siap, kredibel dan kompetitif.

IPRO (Investment Project Ready to Offer) adalah dokumen proposal proyek investasi lengkap yang disusun oleh pemerintah daerah atau instansi terkait untuk ditawarkan kepada investor. 

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Bank Indonesia Provinsi Papua yang memfasilitasi kegiatan ini dengan melibatkan seluruh pemerintah daerah dan Dinas Penanaman Modal di seluruh provinsi di wilayah kerja lainnya," kata dia.

Ia mengajak para peserta agar memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk memperluas wawasan, bertukar gagasan, serta membangun jejaring kerjasama yang produktif. 

Baca Juga: Finalisasi Hasil Roadmap Jadi Fondasi Utama Penguatan PAD

Ferdinandus berharap melalui sinergi yang semakin kuat antar pemangku kepentingan, secara bersama mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Papua Selatan dan di seluruh wilayah di tanah Papua.(Get)