Berita Utama

Pendataan SIRIOS Merauke Baru 29,8 Persen, Sejumlah Distrik Masih Rendah

Merauke - Progres pendataan melalui aplikasi Sistem Informasi Registrasi dan Informasi Orang Asli Papua (SIRIOS) di Kabupaten Merauke hingga saat ini baru mencapai 29,8 persen. Pendataan tersebut dilakukan sejak 2025 melalui program SKALA dan tahun 2026 menjadi tahun kedua pelaksanaannya.

Berdasarkan laporan progres pendataan, sebanyak 25.508 kepala keluarga (KK) telah terinput dalam aplikasi SIRIOS dari total 85.562 KK yang menjadi sasaran pendataan. Sementara anggota keluarga yang telah terinput sebanyak 81.458 orang.

Pendataan menggunakan format yang telah disiapkan dan penginputannya dilakukan oleh kader atau operator dari kampung yang sebelumnya telah mendapatkan pelatihan.

Dalam pemaparan progres tersebut di hadapan Bupati dan Wakil Bupati Merauke, Plt Kepala Bapperida Kabupaten Merauke, Benhur mengatakan sejumlah distrik mencatat capaian penginputan data terpilah OAP dan non-OAP yang relatif tinggi.

Distrik Jagebob menjadi salah satu distrik dengan capaian tertinggi, disusul Distrik Animha dengan capaian 67,1 persen dan Distrik Eligobel sebesar 64,1 persen.

Sementara itu, masih terdapat sejumlah distrik yang capaian pendataannya tergolong rendah. Distrik Wan baru mencapai 4,7 persen, Distrik Okaba sekitar 3,4 persen, Distrik Tubang sekitar 0,8 persen, sedangkan Distrik Kontuar tercatat 0,5 persen.

Pihak pelaksana meminta dukungan seluruh kepala distrik dan verifikator distrik untuk mengevaluasi data yang telah masuk ke dalam sistem dan mendorong kampung-kampung agar segera melengkapi data yang masih belum terinput.

“Sistem yang sudah dikembangkan oleh teman-teman di program SKALA membuat data dapat terlihat, baik inputan yang sudah lengkap maupun yang belum lengkap sesuai dengan isian dalam format pendataan,” demikian disampaikan dalam laporannya pada rapat kordinasi peningkatan capaian data terpilah OAP dan non OAP Kabupaten Merauke tahun 2026, Rabu, (30/9/2026) di ruang Baperida setempat. 

Dengan sistem tersebut, kepala distrik dan verifikator diharapkan dapat melakukan evaluasi dan menyampaikan kepada masing-masing kampung mengenai data yang masih harus dilengkapi.

Distrik Merauke Baru 11,9 Persen

Khusus Distrik Merauke yang merupakan wilayah dengan jumlah penduduk terbesar di Kabupaten Merauke, progres pendataan melalui SIRIOS masih mencapai 11,9 persen.

Sebanyak 4.730 KK telah terinput dari total 39.850 KK. Sementara anggota keluarga yang telah terinput sebanyak 16.207 orang dari total sekitar 120.865 jiwa penduduk.

Distrik Merauke menjadi perhatian karena sekitar 46 persen penduduk Kabupaten Merauke berdomisili di wilayah tersebut.

Pada 2025, Lembaga Jerat Papua telah melakukan pendampingan di Kampung Buti dalam rangka penyiapan data terpilah, mulai dari proses pendataan hingga penginputan ke dalam aplikasi. Namun, berdasarkan hasil monitoring lapangan, masih ditemukan sejumlah kendala yang menghambat proses pendataan dan penginputan.

Kendala tersebut antara lain keterbatasan sumber daya manusia (SDM) atau kader operator dalam menggunakan teknologi informasi dan aplikasi. Selain itu, terdapat keterbatasan dukungan dari kepala kampung terhadap kader atau operator, terutama dalam penyediaan perangkat seperti laptop atau komputer yang dibutuhkan untuk menginput hasil pendataan.

Kondisi jaringan internet di sejumlah kampung yang belum stabil juga menjadi kendala dalam proses penginputan data.

Faktor lainnya adalah dukungan dan komitmen kepala kampung serta kepala distrik yang masih perlu diperkuat untuk mempercepat pelaksanaan pendataan.

Khusus di Distrik Merauke, kendala juga muncul akibat pemekaran Kampung Buti dan sejumlah kelurahan. Masih terdapat warga yang secara administrasi kependudukan tercatat pada wilayah sebelumnya sehingga belum berpindah administrasi sesuai wilayah tempat tinggalnya saat ini.

Salah satu contoh adalah warga yang berada di Kampung Buti tetapi masih tercatat sebagai warga Kelurahan Sangkai. Hal serupa juga ditemukan pada warga dari Kelurahan Muli dan beberapa kelurahan lainnya.

Kondisi tersebut dinilai perlu segera ditindaklanjuti agar data kependudukan dan data terpilah yang dimasukkan ke dalam sistem dapat sesuai dengan kondisi administrasi dan domisili masyarakat.

Dalam laporan tersebut, pihak pelaksana juga menyampaikan apresiasi kepada kampung-kampung yang telah menyelesaikan proses pendataan hingga mencapai 100 persen.

Pendataan dan penginputan tersebut diharapkan terus dipercepat sehingga data terpilah OAP dan non-OAP di Kabupaten Merauke dapat tersaji secara lengkap dan akurat melalui aplikasi SIRIOS.

Semntara itu, Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze mengharapkan adanya koordinasi dan sharing pendanaan antara distrik dan Pemerintah Kabupaten Merauke agar pelaksanaan program pada 2027 dapat berjalan maksimal di seluruh distrik. Salah satu yang menjadi perhatian adalah pemutakhiran data orang asli Papua (OAP) dan non-OAP.

“Kita juga mengharapkan nanti sering sharing pendanaan dari distrik dan pemerintah kabupaten, supaya benar-benar tahun 2027 kita harapkan seluruh distrik bisa maksimal. Dapat memilah orang asli Papua dan non-asli Papua. Ini sangat penting,” ujarnya.

Menurutnya, perencanaan pembangunan yang baik harus didukung basis data yang valid, konkret, dan sesuai dengan kondisi riil di lapangan. Tanpa data yang akurat, program yang dirancang pemerintah berisiko tidak mampu menjawab persoalan masyarakat.

“Karena sebaik apa pun perencanaan, tetapi kalau kita tidak lakukan dengan basis data yang baik, data yang valid dan konkret, dan juga sesuai dengan kondisi riil di lapangan, saya pikir perencanaan itu akan melayang-layang saja di atas,” katanya.

Ia menegaskan, data yang tidak akurat akan membuat pemerintah kesulitan memastikan program menyentuh masyarakat yang menjadi sasaran.

“Dia tidak akan menyentuh masyarakat kita yang kita data secara baik. Kita tidak akan menjawab persoalan dengan baik, dan itu adalah awal dari kegagalan yang kita lakukan untuk daerah ini, untuk distrik, untuk kampung,” tegasnya.

Karena itu, Bupati mengajak seluruh kepala distrik dan jajaran pemerintahan di wilayah untuk bergotong royong menyukseskan program pendataan tersebut.

“Mari kita bergotong royong untuk melaksanakan satu program yang sangat penting ini bagi kita sekalian,” ajaknya.

Menurutnya, pendataan tidak berhenti setelah seluruh data berhasil dihimpun. Setiap tahun pemerintah perlu melakukan pemutakhiran untuk menyesuaikan data dengan perkembangan kondisi masyarakat.

 Baca Juga: Sapi Makan Ember Hingga Tali Tambang, TEP 1 UGM Latih Peternak Muting Atasi Gangguan Nutrisi

“Kalau Bapak-Ibu bisa melaksanakan hal ini, setiap tahun nanti tinggal kita lakukan pemutakhiran, melihat kembali apa yang kurang. Mungkin ada angka kelahiran, kita masukkan dan lain sebagainya sesuai dengan indikator-indikator yang diberikan kepada kita,” pungkasnya.(Get)