Merauke - Sebanyak 33 kampung di sembilan distrik di Kabupaten Merauke telah menganggarkan atau mengalokasikan dana kampung untuk mendukung program pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS, tuberkulosis (TBC), dan malaria pada 2026.
Informasi tersebut disampaikan Koordinator Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (Adinkes) Papua Selatan, Leonardus Mahuze, dalam Pertemuan Kemitraan Lintas Sektor Pencegahan dan Pengendalian HIV/AIDS, TBC, dan Malaria di Careinn Merauke, Rabu, (14/10/2026).
Leonardus mengatakan, dari 33 kampung tersebut, sebanyak 12 kampung diundang untuk mengikuti pertemuan guna membahas dukungan program dan anggaran melalui dana kampung.
“Kami mendapatkan informasi resmi dari Dinas Pemberdayaan Kampung bahwa tahun ini terdapat 33 kampung di sembilan distrik yang telah menganggarkan atau mengalokasikan dana kampung untuk mendukung program tersebut. Dari 33 kampung itu, hari ini kami mengundang perwakilan dari 12 kampung,” ujarnya.
Ia berharap langkah tersebut dapat menjadi contoh bagi kampung lainnya agar turut mengalokasikan dana kampung untuk mendukung program kesehatan, khususnya penanggulangan HIV/AIDS, TBC, dan malaria pada tahun-tahun mendatang.
Leonardus menambahkan, keterlibatan pemerintah kampung sangat penting karena upaya eliminasi ketiga penyakit tersebut tidak dapat hanya dibebankan kepada dinas kesehatan atau sektor kesehatan.
“Apabila seluruh tanggung jawab hanya dibebankan kepada dinas kesehatan atau sektor kesehatan, target eliminasi tersebut akan sulit dicapai. Karena itu, kami berupaya membangun koordinasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan melalui pertemuan lintas sektor ini,” katanya.
Ia menjelaskan, Adinkes berperan mendukung koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam pelaksanaan kebijakan serta program kesehatan. Di Provinsi Papua Selatan, koordinasi tersebut mencakup empat kabupaten, yakni Merauke, Mappi, Asmat, dan Boven Digoel.
Fokus koordinasi antara lain berkaitan dengan kebijakan program dan dukungan anggaran daerah untuk memperkuat pencegahan serta pengendalian HIV/AIDS, TBC, dan malaria.
Leonardus menambahkan, upaya tersebut juga berkaitan dengan komitmen pemerintah Indonesia untuk mencapai eliminasi ketiga penyakit pada 2030. Oleh karena itu, diperlukan keberlanjutan program dan dukungan pembiayaan, termasuk setelah dukungan Global Fund yang menurutnya direncanakan berakhir pada 2030.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Merauke karena telah menerbitkan surat edaran Bupati mengenai imbauan alokasi dana kampung untuk mendukung program pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS, TBC, dan malaria.
Pertemuan pada 14 Oktober difokuskan pada dukungan program dan anggaran melalui dana kampung. Sementara itu, pertemuan lanjutan pada Kamis (15/10/2026) direncanakan membahas dukungan dari organisasi perangkat daerah (OPD) di luar sektor kesehatan, perusahaan swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR), BUMD, lembaga keagamaan, LSM, dan yayasan.
Kesempatan yang sama, Bupati Merauke, Yoseph Bladib Gebze, menegaskan bahwa pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS, TBC, dan malaria membutuhkan keterlibatan aktif seluruh sektor, baik pemerintah maupun nonpemerintah.
Menurut Bupati, penanggulangan ketiga penyakit tersebut tidak akan berjalan efektif apabila hanya mengandalkan pelayanan medis. Diperlukan kolaborasi konkret, dukungan anggaran, serta pembagian peran yang jelas di antara seluruh pemangku kepentingan.

Ia juga mengungkapkan bahwa kasus HIV/AIDS di Kabupaten Merauke dalam dua tahun terakhir mengalami peningkatan yang cukup pesat. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama, terlebih Merauke kini menjadi ibu kota Provinsi Papua Selatan.
“Kondisi ini harus menjadi perhatian kita bersama agar peningkatan kasus HIV/AIDS dapat dikendalikan dan tidak berkembang semakin luas. Kita harus memperkuat upaya pencegahan, edukasi, deteksi dini, serta pendampingan kepada masyarakat sehingga target eliminasi HIV/AIDS pada tahun 2030 dapat tercapai,” ujarnya.
Selain HIV/AIDS, Bupati meminta upaya pengendalian malaria terus diperkuat dengan mempertahankan dan meningkatkan capaian yang telah diperoleh, termasuk menjaga angka Annual Parasite Incidence (API). Penanggulangan TBC juga memerlukan perhatian serius dan dukungan berkelanjutan dari seluruh pihak.
Bupati menekankan pentingnya peran kepala kampung, kepala distrik, pemerintah kelurahan, perangkat daerah, dunia usaha, serta mitra pemberdayaan masyarakat dalam mendukung pelaksanaan program hingga menjangkau masyarakat di tingkat kampung.
Ia berharap surat edaran mengenai alokasi dana kampung dapat ditindaklanjuti melalui program nyata dan berkelanjutan, sehingga upaya pencegahan serta pengendalian ketiga penyakit tersebut tidak hanya berlangsung di tingkat kabupaten.
Pemerintah Kabupaten Merauke juga berharap keterlibatan dunia usaha melalui program CSR dan dukungan berbagai lembaga dapat memperkuat pembiayaan serta pelaksanaan kegiatan kesehatan masyarakat.
Bupati meminta agar hasil pertemuan kemitraan lintas sektor dituangkan dalam rencana tindak lanjut 2026–2027, disertai komitmen dan pembagian peran yang jelas dari masing-masing sektor.
“Pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS, TBC, dan malaria harus menjadi gerakan bersama seluruh masyarakat Kabupaten Merauke,” tegasnya.
Baca Juga: Jaminan Kehilangan Pekerjaan, Wujud Nyata Komitmen BPJS Ketenagakerjaan Merauke Melindungi Pekerja
Melalui penguatan kemitraan dan dukungan anggaran dari berbagai sektor, Pemerintah Kabupaten Merauke berharap upaya pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS, TBC, dan malaria semakin efektif serta mendukung pencapaian target eliminasi pada 2030.(Get)








0 Komentar
Komentar tidak ada