Merauke - Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Provinsi Papua Selatan, Petrus O. Atawuwur, S.STP, mengungkapkan hingga awal Juli 2026 baru terdapat 10 paket pekerjaan yang diproses melalui mekanisme tender di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Selatan.
Jumlah tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya sebagai dampak kebijakan efisiensi anggaran.
Petrus mengatakan, sebagian besar paket yang sedang ditenderkan berasal dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), terutama sektor pekerjaan umum.
Selain itu, terdapat satu paket pengadaan terkait mobilisasi atau distribusi beras ke kabupaten dan distrik yang untuk pertama kalinya proses tendernya dilaksanakan di Papua Selatan.
"Selama ini tendernya dilakukan di Papua. Tahun ini mulai diproses di provinsi," katanya kepada wartawan, Selasa, (7/7/2026) di Merauke.
Ia menjelaskan, sesuai regulasi pengadaan barang dan jasa pemerintah, hanya paket pekerjaan dengan nilai di atas Rp1 miliar yang diproses melalui tender oleh Kelompok Kerja (Pokja) Pemilihan. Sementara itu, paket bernilai di bawah Rp1 miliar dilaksanakan melalui mekanisme pengadaan langsung oleh pejabat pengadaan.
"Kalau secara regulasi, paket yang ditenderkan nilainya di atas Rp1 miliar. Sedangkan di bawah itu dilakukan melalui pengadaan langsung oleh pejabat pengadaan," jelasnya.
Menurut Petrus, kebijakan efisiensi anggaran berdampak langsung terhadap berkurangnya jumlah paket yang dilelang pada tahun ini.
"Kalau dibandingkan tahun lalu memang menurun. Dengan adanya efisiensi anggaran, jumlah paket yang masuk tender juga berkurang," ujarnya.
Tahun ini, lanjut dia, sebanyak 10 paket telah memasuki tahap penandatanganan kontrak, sedangkan tiga paket lainnya masih dalam proses pemilihan penyedia atau tender.
Meski demikian, ia menyebut jumlah paket masih berpotensi bertambah apabila alokasi dana Otonomi Khusus (Otsus) yang dikembalikan ke daerah kembali dialokasikan untuk sejumlah kegiatan.
"Nanti kemungkinan ada tambahan paket dari dana Otsus. Karena itu kami sudah meminta OPD menyiapkan draft awal sebelum dijadikan paket pekerjaan," katanya.(Get)








0 Komentar
Komentar tidak ada