Merauke - Bupati Merauke, Yoseph Bladib Gebze menegaskan, Gereja Katolik dan pemerintah dipandang sebagai mitra strategis yang telah bersama-sama berkontribusi bagi masyarakat Papua Selatan hingga saat ini.
Demikian disampaikannya pada sambutan dalam misa sukur peringatan ke-121 Gereja Katolik Masuk di Papua Selatan, yang dirayakan di Taman Kota Patung Hati Kudus Yesus Bandara Mopah, Jumat, (14/8/2026).
Dalam momentum 121 tahun karya misi di Papua Selatan dan menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI, masyarakat diajak melihat kembali perjuangan para pendahulu sekaligus memikirkan tantangan masa depan.
Karya misionaris menghadapi banyak tantangan sejak awal, mulai dari kebijakan pemerintah kolonial Belanda, kondisi alam Papua Selatan, situasi antarsuku, hingga dampak pasca-Perang Dunia II.
Tantangan masa kini berbeda dengan masa lalu. Salah satu persoalan utama yang ditekankan adalah bagaimana menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang berilmu, memiliki keterampilan, dan mampu menjadi penggerak pembangunan.

Ada pertanyaan reflektif penting: sudahkah generasi sekarang mempersiapkan orang-orang yang memiliki pengetahuan dan kemampuan yang cukup untuk meneruskan karya para pendahulu?
Generasi sekarang merupakan pewaris karya para misionaris, guru, suster, bruder, dan imam. Karena itu, karya tersebut tidak boleh berhenti, tetapi harus diteruskan sesuai tantangan zaman.
Pada akhirnya, masyarakat Papua Selatan diharapkan tidak hanya menjadi pewaris sejarah, tetapi juga menjadi pewarta kabar sukacita dan pewaris kasih bagi sesama.
Baca Juga: 121 Tahun Gereja Katolik di Papua Selatan, Uskup Mandagi Soroti Kekerasan dan Serukan Perdamaian
"Sejarah karya misionaris menjadi fondasi, sedangkan tugas generasi sekarang adalah melanjutkan fondasi tersebut melalui pendidikan, penguatan SDM, kerja sama Gereja dan pemerintah, serta kehidupan yang berlandaskan kasih dan persaudaraan," ucap Bupati Merauke.(Get)








0 Komentar
Komentar tidak ada