Merauke - Petani di Kabupaten Merauke kini memiliki akses BBM melalui SPBU khusus yang diresmikan di Kampung Amunkay SP8 Distrik Tanah Miring, Kamis, (24/9/2026).
Kehadiran SPBU ini menjadi langkah awal pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan BBM bagi petani di kawasan sentra pangan.
Pembangunan SPBU khusus petani tersebut merupakan tindak lanjut kunjungan Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze pada 4 Juli 2026 lalu. Dalam kunjungan itu, kebutuhan petani terhadap akses BBM yang lebih mudah dan khusus menjadi salah satu hal yang dikomunikasikan.
Menindaklanjuti hal tersebut, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Merauke mengusulkan pembangunan SPBU khusus petani sesuai prosedur yang berlaku.
“Ini merupakan tindak lanjut daripada kunjungan Pak Bupati pada tanggal 4 Juli yang lalu, di mana telah dikomunikasikan untuk menghadirkan SPBU khusus bagi para petani,” ujar perwakilan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Merauke.

Dikatakan, SPBU di Amunkay tidak hanya melayani petani yang berada di kampung tersebut. Petani dari sejumlah kawasan sentra produksi di sekitar Tanah Miring, Semangga, Kurik dan wilayah lainnya juga dapat memanfaatkan fasilitas tersebut.
“SPBU ini akan khusus melayani petani. Jadi tidak melayani kendaraan umum atau yang lainnya, tetapi khusus untuk petani,” jelasnya.
Sales Branch Manager PT Pertamina Patra Niaga wilayah Papua Selatan, Andre Hauzan mengatakan, untuk tahap awal SPBU khusus petani di Amunkay mendapat alokasi biosolar hampir 90 kiloliter (KL).
Alokasi tersebut dinilai masih mencukupi karena pelayanan saat ini difokuskan untuk memenuhi kebutuhan petani di Distrik Tanah Miring.
“Untuk saat ini karena fokusnya Tanah Miring, mereka hanya fokus pada produk biosolar. Itu sekitar hampir 90 KL, cukup,” ujarnya.
Namun, kebutuhan tersebut akan dievaluasi kembali. Untuk triwulan IV 2026, pihaknya telah mengusulkan tambahan alokasi biosolar dengan mempertimbangkan peningkatan kebutuhan petani.
“Untuk TW IV ini kita sudah mengusulkan lebih dari di atasnya, karena juga sudah ada surat dari Pak Bupati kepada BPH-Migas,” katanya.
Sementara untuk Pertalite, penggunaannya di SPBU khusus tersebut tidak menjadi prioritas utama bagi petani. BBM jenis itu lebih diarahkan untuk memenuhi kebutuhan kendaraan operasional petani, baik sepeda motor maupun mobil.
Meski demikian, pelayanan Pertalite untuk kendaraan kecil masyarakat di sekitar lokasi disebut masih tetap tersedia.
“Untuk Pertalite saat ini memang tidak begitu prioritas kepada petani karena hanya untuk memenuhi kebutuhan kendaraan-kendaraan operasional, untuk motor dan mobil mereka. Namun masih tercukupi dan masih terlayani untuk kendaraan masyarakat sekitar, kendaraan-kendaraan kecil,” jelasnya.
Dalam mekanisme pelayanan, petani juga diperbolehkan membawa jerigen untuk mendapatkan BBM dari SPBU khusus tersebut.
Namun, fasilitas itu tetap memiliki ketentuan penggunaan. Kendaraan yang bukan berkaitan dengan aktivitas pertanian tidak diperbolehkan mengisi BBM di SPBU khusus petani.
“Boleh membawa jerigen. Tapi motor, mobil tidak boleh mengisi. Untuk kendaraan petani masih diizinkan untuk mengisi,” katanya.
Dengan mekanisme tersebut, SPBU Amunkay diarahkan untuk benar-benar mendukung kebutuhan operasional petani, terutama aktivitas pengolahan lahan dan produksi pertanian di kawasan sentra pangan.
Pemkab Usulkan 15 Titik
Bupati Merauke, Yoseph Bladib Gede kesempatan tersebut mengatakan, Pemkab Merauke bersama pihak terkait juga telah mengusulkan pembangunan SPBU khusus petani sekitar 15 titik.
Usulan tersebut tersebar pada sejumlah zona yang menjadi fokus pengembangan kawasan pangan dan program strategis nasional (PSN).

“Untuk 15 titik itu memang tersebar di beberapa zona-zona fokusnya program PSN. Yang pertama itu ada zona dua yang ada di Wanam, zona tiga itu ada di daerah Muting,” ungkap Yoseph.
Dari sejumlah lokasi yang diusulkan tersebut, Wanam menjadi salah satu kawasan yang kemungkinan diprioritaskan untuk pembangunan SPBU berikutnya.
Hal ini berkaitan dengan pengembangan kawasan Wanam sebagai salah satu wilayah yang menjadi fokus pengembangan sentra pangan.
“Yang dalam waktu dekat yang mungkin akan kita fokuskan adalah di daerah Wanam. Kemungkinan kita akan buat satu SPBU di daerah Wanam,” katanya.
Pemerintah daerah akan terus memantau kebutuhan BBM petani di setiap kawasan sebelum menentukan pembangunan SPBU berikutnya.
Baca Juga: ASN Katolik Papua Selatan Salurkan Donasi Solidaritas untuk Korban Bencana NTT
Dengan penambahan fasilitas tersebut, akses BBM diharapkan semakin dekat dengan kawasan produksi pertanian, sehingga aktivitas petani di berbagai sentra pangan Kabupaten Merauke dapat ditunjang secara lebih optimal.(Get)








0 Komentar
Komentar tidak ada