Merauke - Pelaksanaan seleksi Sekolah Kedinasan Tahun 2026 di Provinsi Papua Selatan diminta berlangsung secara transparan dan tanpa praktik titipan maupun korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
Hal tersebut disampaikan Kepala BPSDM Provinsi Papua Selatan, Willem Da Costa, saat memberikan sambutan pada pembukaan seleksi Sekolah Kedinasan Tahun 2026 di Laboratorium Komputer BPSDM Provinsi Papua Selatan, Selasa, (29/9/2026) di Jalan Brawijaya Merauke.
Willem mengatakan, pelaksanaan seleksi di Papua Selatan merupakan bentuk kepercayaan yang diberikan Badan Kepegawaian Negara (BKN) kepada Pemerintah Provinsi Papua Selatan.
“Kami berterima kasih kepada Badan Kepegawaian Negara yang mempercayakan Pemerintah Provinsi Papua Selatan untuk melakukan seleksi sekolah kedinasan dengan titik lokasi bertempat di sini,” kata Willem.
Menurutnya, pelaksanaan seleksi di daerah memberikan kemudahan bagi peserta maupun orang tua. Peserta tidak lagi harus mengeluarkan biaya besar untuk mengikuti tahapan seleksi di luar daerah.
“Kita mengucap syukur karena dengan demikian para peserta, terutama para orang tua yang punya anak-anak yang punya cita-cita menempuh sekolah kedinasan tidak buang-buang biaya terlalu besar,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Willem secara khusus mengingatkan seluruh peserta agar mengikuti seleksi dengan jujur dan mengandalkan kemampuan masing-masing.
Ia menegaskan, seluruh proses seleksi dilakukan secara transparan sehingga kelulusan peserta ditentukan berdasarkan hasil tes dan kemampuan yang diperoleh selama mengikuti seleksi.
“Kepada para peserta tes, kami harapkan bekerja dengan jujur. Transparansi itu perlu. Jadi nanti nilaimu, hasil kerjamu, itu yang membuat Anda lulus,” tegasnya.
Willem juga menegaskan tidak ada ruang bagi praktik orang dalam maupun KKN dalam proses seleksi Sekolah Kedinasan.
“Tidak ada kemudian cerita ini orang dalam, ini ada KKN. Kita tidak punya ranah ke situ,” ujarnya.

Karena itu, ia meminta peserta tidak mudah percaya terhadap pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan melalui jalur tertentu. Para peserta diminta fokus mengikuti seluruh tahapan seleksi dan mengerjakan setiap tes dengan kemampuan terbaik.
“Yakin dan percaya, kita semua di sini pasti yakin bahwa rezeki itu Tuhan sudah atur. Tidak ada yang mungkin ketukar rezekinya,” katanya.
Lebih lanjut, Willem menyebut terdapat sekitar 26 formasi yang menjadi bagian dari seleksi Sekolah Kedinasan Tahun 2026 di Provinsi Papua Selatan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 12 formasi dialokasikan untuk kabupaten, dengan masing-masing kabupaten mendapatkan tiga formasi. Sementara untuk tingkat provinsi, terdapat enam formasi yang dialokasikan bagi Orang Asli Papua (OAP) dan delapan formasi nasional atau Nusantara.
Baca Juga: Perubahan APBD Merauke 2026 Disahkan, OPD Diminta Segera Percepat Pelaksanaan Program
Willem berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya serta mengikuti proses seleksi secara maksimal dan penuh kejujuran.(Get)








0 Komentar
Komentar tidak ada