Merauke - Pemerintah Provinsi Papua Selatan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan terus berupaya meningkatkan akses pendidikan bagi pelajar dan mahasiswa melalui penyediaan fasilitas asrama yang layak.
Salah satunya melalui pembangunan Gedung Asrama Pelajar/Mahasiswa Klasis GKI Merauke Pdt. Oktavianus Noya yang diharapkan dapat mendukung kelancaran pendidikan sekaligus membentuk generasi muda yang berkarakter.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Selatan, Paskalis Prayitno, mengatakan pembangunan asrama tersebut merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam menyediakan tempat tinggal yang aman, nyaman, dan kondusif bagi pelajar dan mahasiswa selama menempuh pendidikan.
Ia berharap asrama tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi kelompok etnis tertentu, tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh seluruh pelajar dan mahasiswa dari empat kabupaten di Papua Selatan, yakni Merauke, Mappi, Asmat, dan Boven Digoel.
“Pembangunan asrama ini merupakan wujud komitmen nyata Pemerintah Provinsi Papua Selatan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dalam menyediakan tempat tinggal yang layak, aman, dan kondusif guna mendukung kelancaran pendidikan para pelajar dan mahasiswa,” ujarnya dalam peresmian asrama di jalan Biak Merauke, Selasa, (13/10/2026).
Paskalis menjelaskan, pembangunan asrama tersebut bersumber dari anggaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Selatan dengan nilai sekitar Rp3,58 miliar.
Anggaran itu dialokasikan untuk pembangunan fisik gedung sebesar Rp2.729.062.000 serta pengadaan mebel dan fasilitas lainnya sebesar Rp858.396.000. Asrama tersebut diperuntukkan bagi pelajar dan mahasiswa putra dengan kapasitas tampung sebanyak 50 orang.
Menurutnya, keberadaan asrama diharapkan membantu anak-anak Papua Selatan, khususnya mereka yang berasal dari wilayah jauh dari satuan pendidikan, agar dapat mengikuti proses belajar dengan lebih baik dan menyelesaikan pendidikan mereka.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Papua Selatan atas dukungan terhadap sektor pendidikan, terutama dalam penyediaan fasilitas tempat tinggal bagi pelajar dan mahasiswa.
Paskalis menambahkan, fasilitas asrama bagi pelajar dan mahasiswa telah tersedia di sejumlah lokasi, termasuk Merauke, Tanah Merah, dan Asmat. Pemerintah berharap seluruh asrama yang telah dibangun dapat segera diresmikan dan dimanfaatkan sesuai peruntukannya.
Sementara itu, Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, menegaskan bahwa pendidikan berpola asrama tidak hanya bertujuan menyediakan tempat tinggal bagi pelajar dan mahasiswa, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter, kedisiplinan, budi pekerti, tata krama, dan sikap tenggang rasa.
Menurut Apolo, anak-anak yang tinggal di asrama perlu belajar menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari sehingga mereka tidak hanya berkembang secara akademis, tetapi juga memiliki kepribadian yang baik.
Ia menjelaskan, upaya menghidupkan kembali pendidikan berpola asrama bukan semata-mata inisiatif pemerintah, melainkan telah mendapat persetujuan Majelis Rakyat Papua (MRP) dan Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP), mengingat program tersebut memanfaatkan dana otonomi khusus (Otsus).
“Dengan demikian, kita semua, baik pemerintah, MRP, DPRP, maupun seluruh elemen masyarakat, telah sepakat bahwa pendidikan merupakan hal yang sangat penting,” katanya.

Apolo mengatakan pendidikan memiliki peran mendasar dalam membentuk pribadi, membangun keluarga dan masyarakat, serta mempersiapkan generasi muda agar dapat berkontribusi bagi bangsa dan negara.
Ia juga menekankan pentingnya melanjutkan peran gereja dalam pelayanan pendidikan, sebagaimana yang telah dilakukan oleh para pendahulu. Menurutnya, pelayanan pendidikan dan kesehatan merupakan bagian penting dari kontribusi gereja dalam melayani masyarakat.
Pemerintah, lanjutnya, perlu terus membangun kerja sama dengan gereja untuk memperluas akses pelayanan pendidikan, terutama bagi anak-anak yang membutuhkan dukungan dalam memperoleh kesempatan belajar.
Dalam kesempatan itu, Apolo turut menjelaskan empat sektor utama yang menjadi perhatian pemerintah dalam penyelenggaraan pendidikan.
Pertama, pembangunan sarana dan prasarana pendidikan, meliputi gedung sekolah, kantor pendukung penyelenggaraan pendidikan, serta fasilitas lain, termasuk asrama bagi pelajar dan mahasiswa yang berasal dari wilayah jauh.
Kedua, penyediaan media dan fasilitas pembelajaran, seperti papan tulis, meja, kursi, proyektor, serta perlengkapan lain yang menunjang kegiatan belajar-mengajar agar berlangsung secara optimal.
Ketiga, peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan melalui pelatihan, bimbingan teknis, dan pendidikan lanjutan bagi para guru. Pemerintah juga berupaya mendorong anak-anak Papua Selatan melanjutkan pendidikan ke berbagai perguruan tinggi, baik di dalam maupun di luar daerah, untuk mempersiapkan tenaga pendidik dan sumber daya manusia yang berkualitas.
Keempat, pembaruan kurikulum dan materi pembelajaran agar selaras dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kebutuhan keterampilan pada masa kini dan mendatang.
Apolo mengingatkan agar materi pembelajaran tidak tertinggal dari perkembangan zaman. Kurikulum harus terus disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja, dunia usaha, perkembangan teknologi, dan penyelenggaraan pemerintahan.
Dengan pembaruan tersebut, para pelajar diharapkan tidak hanya memiliki pengetahuan akademis, tetapi juga keterampilan dan kompetensi yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan kehidupan serta berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Menutup sambutannya, Apolo menyampaikan apresiasi kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Selatan beserta jajaran yang telah melaksanakan program-program pendidikan sesuai visi dan misi pemerintah daerah.
Baca Juga: Lapas Merauke Mulai Rehabilitasi Pasca Kebakaran, Dua Napi Masih Diburu
Ia berharap keberadaan asrama tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi pelajar dan mahasiswa serta menjadi bagian dari upaya bersama dalam mempersiapkan generasi Papua Selatan yang berpendidikan, berkarakter, dan mampu membangun masa depan yang lebih baik.(Get)








0 Komentar
Komentar tidak ada