Berita Utama

Empat Kelompok P3A di Merauke Terima Program P3GI 2026, Perkuat Irigasi dan Pemberdayaan Petani

Merauke - Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua-Merauke melaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3GI) Tahun Anggaran 2026 bersama kelompok Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) penerima manfaat di Kabupaten Merauke.

Kasubag Umum dan Tata Usaha BWS Papua-Merauke, Valentino mengajak semua pihak memperkuat semangat gotong royong membangun dan menjaga jaringan irigasi. 

"Melalui Program P3GI ini, mari kita bersama memperkuat semangat gotong royong dalam membangun dan menjaga jaringan irigasi. Pembangunan ini adalah milik masyarakat, dikerjakan oleh masyarakat, dan hasilnya sepenuhnya untuk kesejahteraan petani di Kabupaten Merauke," ucapnya mewakili Kepala BWS di Auditorium Kantor Bupati Merauke, Rabu, (1/7/2026). 

Disebutkan, penandatanganan PKS menjadi tahapan awal pelaksanaan Program P3GI di lokasi penerima manfaat. Melalui program tersebut, pemerintah memberikan kepercayaan kepada kelompok P3A untuk melaksanakan rehabilitasi, peningkatan, maupun pembangunan jaringan irigasi secara swakelola dengan mengedepankan partisipasi masyarakat, transparansi, dan akuntabilitas.

Program P3GI tidak hanya bertujuan memperbaiki infrastruktur irigasi, tetapi juga meningkatkan pelayanan air bagi lahan pertanian sekaligus memberdayakan masyarakat melalui kegiatan padat karya yang memberikan manfaat ekonomi secara langsung.

Para penerima program diingatkan agar melaksanakan kegiatan sesuai rencana kerja yang telah disetujui, mematuhi ketentuan teknis dan administrasi, serta mengelola dana bantuan pemerintah secara efektif, efisien, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Selain itu, tenaga pendamping masyarakat diharapkan memberikan pendampingan secara optimal agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan tepat mutu, tepat waktu, tepat sasaran, dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi petani.

Pada Tahun Anggaran 2026, Program P3GI di Kabupaten Merauke menjangkau empat kelompok P3A yang tersebar di dua distrik, yakni Distrik Semangga dan Distrik Tanah Miring, serta empat kampung.

Melalui program tersebut ditargetkan pembangunan saluran irigasi tersier sepanjang satu kilometer dengan waktu pelaksanaan selama 45 hari kalender. Seluruh pekerjaan dilaksanakan secara swakelola dengan melibatkan masyarakat setempat, sehingga anggaran yang diberikan pemerintah dikelola langsung oleh kelompok penerima manfaat.

Kembali diingatkan agar semangat gotong royong terus dijaga sehingga keberhasilan Program P3GI tidak hanya diukur dari selesainya pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuan masyarakat memelihara dan memanfaatkan jaringan irigasi untuk meningkatkan produktivitas pertanian serta mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Merauke.

Bupati Merauke, Yoseph Bladib Gede diwakili Kepala Dinas PU Kabupaten Merauke, Leo Patria Mogot mengatakan bahwa program tersebut dinilai bukan sekadar pembangunan infrastruktur, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Selain membangun dan merehabilitasi jaringan irigasi tersier, program ini juga membuka kesempatan kerja bagi masyarakat desa serta memperkuat peran petani yang tergabung dalam P3A.

"Melalui Program P3GI ini kita tidak hanya membangun sarana irigasi, tetapi juga memperkuat pemberdayaan masyarakat dengan melibatkan petani sejak tahap perencanaan, pelaksanaan hingga pengawasan. Semangat gotong royong harus terus menjadi dasar pelaksanaannya," ujarnya.

Keterlibatan tenaga kerja lokal, lanjutnya, diharapkan mampu meningkatkan penyerapan tenaga kerja sekaligus memberikan dampak terhadap kesejahteraan ekonomi masyarakat di kampung-kampung penerima program.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Merauke menitipkan tiga pesan kepada seluruh pengurus P3A dan petani penerima program. Pesan pertama, seluruh penerima manfaat diminta melaksanakan pekerjaan dengan penuh tanggung jawab dan menjaga kualitas bangunan agar memiliki umur pakai yang panjang.

"Fasilitas ini dibangun oleh rakyat dan hasilnya akan dinikmati langsung oleh masyarakat untuk mendukung produktivitas lahan pertanian," katanya.

Kedua adalah pentingnya pemeliharaan jaringan irigasi setelah pembangunan selesai. Seluruh kelompok penerima diminta melakukan perawatan secara berkala melalui semangat gotong royong agar infrastruktur yang telah dibangun tetap berfungsi dengan baik.

Ketiga, pesan ditujukan kepada tenaga pendamping dan instansi teknis agar memberikan pendampingan secara profesional, baik dalam aspek teknis maupun administrasi, sehingga seluruh tahapan pelaksanaan program berjalan sesuai regulasi dan petunjuk teknis yang berlaku.

Baca Juga: Harga Bawang Merauke di Merauke Tembus Rp100 Perkilogram

Pemerintah Kabupaten Merauke berharap Program P3GI dapat meningkatkan pelayanan irigasi, memperkuat produktivitas pertanian, serta mendukung ketahanan pangan melalui partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan dan pemeliharaan jaringan irigasi.(Get)