Berita Utama

Lantik Pengurus Pastoral Umat Katolik TNI-Polri Merauke, Kardinal Suharyo Tekankan Profesi Sebagai Jalan Pelayanan

Merauke - Kardinal Mgr. Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo, yang juga Uskup Keuskupan TNI-Polri di Indonesia, melantik pengurus pelayanan Dewan Pastoral Umat Katolik di lingkungan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di Keuskupan Agung Merauke.

Pelantikan berlangsung dalam Misa di Gereja Katedral Fransiskus Xaverius Merauke, Kamis, (1/10/2026) malam.

Pelantikan tersebut menjadi bagian dari upaya Gereja Katolik memperkuat pelayanan pastoral bagi umat Katolik yang menjalankan tugas dan pengabdian sebagai prajurit TNI maupun anggota Polri.

Dalam homilinya, Kardinal Suharyo menjelaskan bahwa para imam yang melayani umat Katolik di lingkungan TNI dan Polri bukanlah bagian dari institusi militer maupun kepolisian. Mereka hadir sebagai bagian dari Gereja untuk mendampingi umat yang memilih profesi sebagai tentara dan polisi.

Menurutnya, pendampingan tersebut penting karena umat Katolik yang menjalankan tugas sebagai prajurit TNI maupun anggota Polri juga membutuhkan penguatan iman dalam menjalankan tanggung jawab dan pengabdiannya.

Kardinal Suharyo mengatakan, pelayanan imam bagi umat Katolik di lingkungan TNI-Polri telah berlangsung cukup lama. Bahkan, terdapat imam yang telah lebih dari 30 tahun memberikan pelayanan dan pendampingan kepada umat Katolik yang berprofesi sebagai anggota militer.

Saat ini, sejumlah imam juga secara khusus memberikan pelayanan di lingkungan pendidikan TNI dan Polri.

Di lingkungan Polri terdapat dua imam, salah satunya bertugas di Akademi Kepolisian (Akpol) di Magelang. Sementara di lingkungan TNI Angkatan Laut terdapat dua imam yang masing-masing bertugas di Akademi Angkatan Laut (AAL) dan Makassar.

Adapun di lingkungan TNI Angkatan Udara terdapat dua imam yang masing-masing bertugas di Akademi Angkatan Udara (AAU) dan bidang pendidikan di Bali.

“Semuanya dalam bidang pendidikan. Maksudnya apa, untuk meletakkan landasan-landasan profesional yang diinspirasikan oleh iman Katolik,” kata Kardinal Suharyo.

Ia mengakui, jumlah imam yang memberikan pelayanan secara khusus bagi umat Katolik di lingkungan TNI-Polri masih terbatas. Karena itu, dibentuk panitia pastoral nasional untuk membantu mengembangkan pelayanan dan pendampingan bagi umat Katolik di lingkungan TNI-Polri.

Para pengurus yang dilantik merupakan bagian dari umat Katolik yang bersedia menyediakan waktu dan tenaga untuk membantu Keuskupan dalam mengembangkan pelayanan pastoral bagi komunitas Katolik di lingkungan TNI-Polri.

Kardinal Suharyo juga mengajak umat Katolik yang bertugas di lingkungan TNI-Polri untuk memaknai profesi yang dijalankan bukan semata-mata sebagai pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidup atau mencapai cita-cita pribadi.

Dikatakan, profesi sebagai tentara maupun polisi dapat menjadi jalan untuk menanggapi panggilan Tuhan sekaligus bertumbuh menuju kesucian.

“Profesi yang dipilih adalah jalan untuk menanggapi panggilan Tuhan. Bertumbuh menuju kesucian. Bukan sekadar mencari makan, bukan sekadar aktualisasi diri atau mencapai cita-cita, tetapi untuk memberi wujud pelayanan,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan, tugas dan pengabdian sebagai anggota TNI maupun Polri hendaknya menjadi perwujudan doa yang setiap hari dipanjatkan umat Katolik, yakni menghadirkan kerajaan kebenaran, kerajaan damai sejahtera, dan kerajaan kasih.

Pada kesempatan tersebut, Kardinal Suharyo menyampaikan terima kasih kepada Uskup Agung Merauke yang telah memberikan izin dan dukungan terhadap pelayanan pastoral umat Katolik di lingkungan TNI-Polri.

Ia juga mengapresiasi penunjukan seorang pastor untuk mendampingi para pengurus yang telah bersedia mengambil bagian dalam pelayanan pastoral tersebut.

“Semoga kehadiran panitia pastoral atas restu Bapak Uskup sungguh mempunyai makna dan arti, bukan hanya bagi umat Katolik di lingkungan TNI-Polri, tetapi bagi Gereja,” harapnya.

Baca Juga: Hari Kesaktian Pancasila, Wabup Fauzun Tekankan Gotong Royong, Integritas dan Pelayanan ASN

Kardinal Suharyo berharap pelayanan pastoral tersebut terus dirawat dan dikembangkan sehingga umat Katolik yang bertugas di lingkungan TNI-Polri dapat memperoleh pendampingan iman yang baik, sekaligus mampu menjalankan tugas dan pengabdiannya dengan berlandaskan nilai-nilai iman Katolik.(Get)