Merauke - Untuk mengantisipasi peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di empat kabupaten, yakni Merauke, Mappi, Asmat, dan Boven Digoel, Dinkes Kesehatan Papua Selatan telah menyalurkan tambahan stok masker dan obat-obatan ke kabupaten yang membutuhkan.
Hal ini dilakukan Dinas Kesehatan Provinsi Papua Selatan setelah pihaknya mencatat adanya peningkatan kasus ISPA di empat wilayah cakupan.
Kadis Kesehatan Papua Selatan, dr. Herlina, mengatakan pihaknya telah menerima laporan dari empat kabupaten, terutama Kabupaten Mappi, yang membutuhkan tambahan masker dan obat-obatan untuk penanganan ISPA.
“Dari provinsi, kami sudah mendistribusikan buffer stock yang tersedia. Stok di kabupaten saat ini juga sudah tercukupi dan kami telah menambah persediaan,” ujarnya di Salor Merauke, Senin, (12/10/2026).
Selain mengoptimalkan persediaan yang tersedia, Dinkes Papsel juga telah mengajukan permohonan bantuan tambahan kepada Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sekitar dua minggu lalu. Permohonan tersebut ditujukan untuk menambah stok masker dan obat-obatan guna mendukung penanganan ISPA dalam waktu dekat.
Meski terjadi peningkatan kasus, narasumber memastikan kondisi tersebut masih dapat ditangani oleh fasilitas pelayanan kesehatan yang tersedia di empat kabupaten.
Terkait jumlah masker yang telah didistribusikan, ia menjelaskan bahwa pengiriman dilakukan berdasarkan kebutuhan dan perhitungan masing-masing kabupaten. Namun, ia belum merinci jumlah pasti masker yang telah disalurkan.
Berdasarkan data surveilans mingguan, terdapat peningkatan kasus penyakit, termasuk ISPA, meskipun kenaikannya belum terlalu signifikan. Karena itu, masyarakat di wilayah Papua Selatan yang terdampak diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak mendesak.
Jika harus beraktivitas di luar rumah, masyarakat disarankan menggunakan masker. Warga juga diminta memperbanyak konsumsi air putih untuk mencegah dehidrasi, serta mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin dan mineral guna menjaga daya tahan tubuh.
“Jika mengalami gejala sesak napas atau keluhan lainnya, segera menghubungi fasilitas kesehatan terdekat di daerah masing-masing,” pesannya.
Selain peningkatan ISPA, dr. Herlina juga menyoroti laporan kasus diare di wilayah Kimam Kabupaten Merauke. Menurutnya, hingga saat ini laporan peningkatan kasus diare baru diterima dari wilayah tersebut dan diduga berkaitan dengan persoalan ketersediaan air bersih.
Di tengah keterbatasan air, masyarakat diimbau memastikan sumber air yang digunakan bersih dan aman untuk dikonsumsi. Air minum perlu dimasak hingga mendidih untuk membantu mengurangi risiko penyakit yang ditularkan melalui air. Di akhir komentarnya, Ia memastikan kasus diare di Kimam telah ditangani.(Get)








0 Komentar
Komentar tidak ada