Merauke - Dari tahun ke tahun, ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) menjadi ajang primadona untuk mengasah kreativitas, minat dan bakat anak.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke, Romanus Kande Kahol mengatakan, pertukaran pemenang terus terjadi setiap tahun atau setiap event ini digelar.
"Dari tahun ke tahun FLS3N ini menjadi primadona, karena di sini kreativitas, minat dan bakat anak diasah sehingga dapat mewakili Kabupaten Merauke di ajang provinsi nanti," ucap Romanus di Halogen Merauke, (8/5/2026).

Semangat dan kemauan siswa juga terus meningkat, terlihat dari sebagian besar siswa yang pernah mengikuti FLS3N tahun sebelumnya kembali mengikuti di tahun ini.
Sebagai contoh, pada hari kedua pelaksanaan FLS3N tingkat SMA/SMK tahun 2026 untuk tingkat Kabupaten Merauke, diikuti 164 peserta berasal dari 12 sekolah. Begitu pula untuk tingkat SD dan SMP yang sudah digelar hari pertama.
Partisipasi yang berulang ini menunjukkan bahwa semangat belajar siswa cukup tinggi bukan sekadar mengejar kemenangan dengan perolehan penilaian terbaik dari para juri, melainkan ingin terus belajar dibekali masukan dan saran juri.
Syarif, salah satu juri lomba karya jurnalistik mengatakan, beberapa tahun dipercayai sebagai juri karya jurnalistik dengan penulisan feature, ia menemukan ada peserta lomba yang kembali mengikuti lomba yang sama. Syarif menilai cukup banyak kemajuan pada beberapa peserta dalam memoles sebuah cerita, sebagaiamana kesesuaian antara tema dan isi cerita dalam tulisannya.
Namun, diakui masih banyak pulan kekurangan pada sebagiannya lagi terutama bagaimana menuntaskan sebuah cerita. Lalu, ada yang masih menggunakan AI, kesalahan penempatan tanda baca, dan kesesuaian atau keterkaitan antara paragraf, serta lead atau kalimat pembuka yang tidak menarik dan masih banyak lagi.
Sementara itu, Fuci Manupapami, juri film pendek dari FLS3N 2026 tingkat kabupaten ini sangat mengapresiasi karya siswa untuk menghasilkan filim pendek dengan ide cerita yang menarik.
"Kalau menurut kami, ide cerita mereka sudah bagus, cuman eksekusi pengambilan gambar, penempatan teknik dan aktingnya. Sehingga kami harus memberi masukan ke peserta untuk direvisi. Ketika nanti keluar jadi pemenang itu menjadi perbaikan pada lomba tingkat provinsi," ujar Fuci.

Sebab, lanjut Fuci, untuk lomba tingkat provinsi sistem penilaian lomba film pendek ini lebih luas karena akan dibedah lagi.
Baca Juga: Bupati Merauke Ingatkan Kepala Distrik Bekerja Lebih Optimal dan Efektif
Adapun perlombaan yang diikuti tingkat SMA dan SMK ini meliputi lomba cipta lagu, film pendek, fotografi, solo gitar, komik digital, menulis cerita, jurnalistik, kreativitas musik tradisional, menyanyi solo putra dan putri, monolog, tari kreasi, lomba cipta puisi dan desain poster.(Get)








0 Komentar
Komentar tidak ada