Berita Utama

Tim RS Pengampu Nasional dan Regional Visiting ke RSUD Merauke

Merauke - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Merauke dikunjungi tim program layanan prioritas Kemenkes oleh rumah sakit pengampu nasional, rumah sakit pengampu regional, jejaring layanan kanker, jantung stroke, uro-nefrologi, kesehatan ibu dan anak, gastronhepatologi, TB-resporatol, diabetes, penyakit infeksi, emergening, kesehatan jiwa dan mata.

Visitasi ini dilakukan, Rabu, (6/5/2026) pagi untuk melihat kesiapan SDM, peralatan dan sarana prasarana yang dimiliki di RSUD Merauke sebagai rumah sakit rujukan di Papua Selatan, dalam rangka pelayanan khusus 11 penyakit prioritas tersebut. 

Direktur Pelayanan Klinis, dr. Obrin Parulian, M. Kes, mengatakan ketika program pengampuan bisa berjalan diharapkan segala keluhan bisa terjawab. 

"Kami hadir sebagai saudara dari Kementerian Kesehatan untuk membantu, mendorong teman-teman RSUD mencapai ke level tersebut. Kita nanti bersama berdiskusi dan menyusun langkah strateginya. Visitasi ini adalah melihat dulu, nanti selesai tim pengampu nasional maupun regional dan RSUD duduk bersama untuk melihat apa yang bisa dilakukan dalam jangka pendek dan jangka panjang," terang dr. Obri di RSUD Merauke. 

Salah satu yang juga dilihat tim adalah, bantuan pembangunan cathlab RSUD Merauke dari Kemenkes sehingga ketika ada bantuan peralatan nanti secara persyaratan sudah sesuai. Leboh dari itu, tim memahami keterbatasan serta tantangan di wilayah Papua. 

Direktur RSUD Merauke, dr. Dewi Wulandari menyampaikan apresiasi dan terimaksih keada Kepala Dinas Kesehatan Papua Selatan, dr. Herlina yang melalui gubernur telah melakukan penandatanganan MoU dengan Kemenkes untuk program pengampu. Dalam pemaparan tersebut, dr. Dewi sampaikan visi RSUD adalah menjadi rumah sakit profesional di Papua selatan.

"Sumber daya manusia kita saat ini ada lebih dari 800 pegawai. Ada empat sub dokter spesialis, sekitar 30 orang adalah ASN," kata dr. Dewi. 

Keisapan untuk penyakit kanker pada sarpras 75 %, belum ada SDM dan alat kesehatan 58%. Untuk jantung sarpras 80%, SDM 45%, alkes 42%. Stroke, sarpras 75%, SDM 71%. Pada kesehatan ibu dan anak, TB dan mata secara sarpras 100 persen, SDM TB 60%, Jiwa 100%, sementara untuk alkes jiwa masih 33%, Diabetes Mellitus, sarpraa 86%, SDM 66%, dan alkes dikatakan semuanya tersedia. 

Baca Juga: 502 Siswa SD, SMP dan SMA Ikuti 02SN, FLS3N dan O2SN Tahun 2026

"Cathlab dan CT scan belum jadi, sedangkan untuk mata ada alat bantu tetapi rusak," tandasnya. Usai pemaparan, tim melihat langsung kondisi sarpras, peralatan dan pelayanan tenaga medis di setiap ruang untuk penanganan penyakit yang masuk program prioritas Kemenkes.(Get)