Merauke - Pemalangan gudang farmasi milik Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke yang telah berlangsung sejak 15 Juni 2026 mulai berdampak pada ketersediaan obat di sejumlah puskesmas.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke, dr.Neville A. Muskita mengakui stok obat di beberapa puskesmas mulai menipis karena distribusi dari gudang farmasi belum dapat dilakukan secara normal.
"Terkait obat, kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Papua Selatan, puskesmas, dan juga meminta bantuan Kementerian Kesehatan," ujarnya, Jumat, (10/7/2026) di Merauke.
Menurutnya, berbagai upaya telah dilakukan untuk mengatasi persoalan tersebut, termasuk menjalin koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan.
Saat ditanya mengenai kemungkinan membuka akses gudang farmasi hanya untuk distribusi obat, ia menilai langkah tersebut tidak tepat. "Kalau mau dibuka, ya dibuka sekalian. Tidak setengah-setengah," katanya.

Ia menambahkan, persoalan tersebut telah dilaporkan kepada pihak-pihak terkait. Apabila belum ada penyelesaian, Dinas Kesehatan akan menempuh koordinasi ke tingkat yang lebih tinggi, termasuk dengan Kementerian Kesehatan.
Meski pelayanan kesehatan di puskesmas masih berlangsung seperti biasa, distribusi obat mulai mengalami kendala sehingga sejumlah fasilitas kesehatan mulai melaporkan persediaan obat yang semakin berkurang.
Ia belum dapat merinci jenis maupun jumlah obat yang mulai menipis. Namun, diperkirakan obat-obatan yang paling banyak digunakan masyarakat, seperti antibiotik dan obat-obatan umum lainnya, menjadi yang paling terdampak.
Data rinci mengenai stok obat di setiap puskesmas, lanjutnya, berada di Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan yang setiap hari memantau sisa persediaan berdasarkan laporan dari masing-masing puskesmas.
Dokter Neville berharap persoalan pemalangan gudang farmasi dapat segera diselesaikan agar distribusi obat kembali normal dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tidak terganggu.(Get)








0 Komentar
Komentar tidak ada