Merauke - Bulog Kantor Cabang Merauke konsisten untuk melakukan penyerapan jagung yang sudah dipipil dari petani setempat sejak 2025.
Bulog berkolaborasi dengan Polres Merauke dan merangkul sejumlah Gabungan Kelopak Tani (Gapoktan) untuk hasil panen jagungnya diserap Bulog.
"Yang kami serap adalah jagung yang sudah dipipil dan ke depannya kami menunggu perintah untuk penyalurannya ke para peternak, tapi berdasarkan keputusan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas)," terang Pimpinan Cabang Bulog Merauke, Karennu, Selasa, (6/1/2026).
Karennu menambahkan, untuk pendistribusian jagung pipil tersebut akan ditangani langsung oleh Dinas Ketahanan Pangan Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Merauke. Dinas tersebut akan membuat rekomendasi ke pusat dan selanjutnya Bapanas keluarkan SK terkait target sekaligus penyaluran ke peternak.
"Nanti diperintahkan kepada Bulog, peternak apa saja yang akan disalurkan," tandasnya.
Menurutnya, kualitas jagung cukup bagus namun hasil panennya masih terbatas sebab belum banyak petani yang menanam dalam jumlah atau luasan yang lebih besar seperti padi. Namun, dengan mulai dilakukan penyerahan oleh Bulog diharapkan petani juga memanfaatkan peluang yang ada selain bertani padi.
"Tapi, kami lihat sudah mulai ada penambahan lahan tanam jagung dan pasti akan ada penambahan hasil panen yang kita akan serap," kata Pincab.
Baca Juga: Retribusi Pasar Wamanggu Tahun 2025 Capai 2 Miliar Lebih
Bulog menyerap jagung di petani dengan standar harga Rp6.400 per Kg terima di pintu gudang Bulog. Ada target yang harus dipenuhi dalam penyerapan namun Bulog harus menyesuaikan dengan kondisi di lapangan.(Get)








0 Komentar
Komentar tidak ada