Berita Utama

Tim Ekspedisi Patriot IPB Kenalkan Teknologi Pertanian Modern Kepada Siswa SMK 4 Merauke

Merauke - Tim Ekspedisi Patriot IPB University bersama Batalyon Infanteri (Yonif) Teritorial Pembangunan 801/Nduka Adyatama Yudha memberikan pelatihan dan pendampingan teknologi pertanian modern kepada guru dan siswa SMK Negeri 4 Kehutanan dan Perkebunan Merauke. 

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) muda Papua Selatan, khususnya dalam menghadapi perkembangan teknologi di sektor pertanian, perkebunan, dan kehutanan.

Dalam kegiatan itu, siswa diperkenalkan secara langsung dengan berbagai teknologi pertanian modern, mulai dari pemetaan dan pengambilan data menggunakan drone, mesin budidaya pertanian, mesin panen, drone sprayer, hingga Automatic Weather Station (AWS).

Pengenalan teknologi tidak hanya dilakukan melalui penyampaian materi di sekolah. Para siswa juga mengikuti pelatihan dan field trip di lingkungan Yonif 801 Merauke sehingga dapat melihat dan memahami penerapan teknologi pertanian secara lebih praktis.

Tim Ekspedisi Patriot IPB University dipimpin Ir. Supriyanto, S.TP., M.Kom., Ph.D. bersama Lilis Sucahyo, S.TP., M.Kom., dari Fakultas Teknik dan Teknologi IPB University.

Kegiatan tersebut turut melibatkan anggota Tim Ekspedisi Patriot, yakni Tedi Zulia Putra, S.Hut., An Husaini Hadiarrahman, S.Tr.Bns., M. Zulham Azhar Maghfirah H., S.T., Ifa Khofifah, S.Si., serta Kuzaima Taqiyya Azqa Nabila Faza, S.P.

Komandan Yonif 801 Merauke, Letkol Inf. Agung Pudhi Riyadi, mengatakan Merauke memiliki potensi pertanian yang besar dengan hamparan sawah yang luas. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi peluang sekaligus tantangan dalam pengelolaan pertanian.

“Merauke punya potensi pertanian yang besar dan memiliki hamparan sawah yang luas dalam satu kawasan. Ini memberikan peluang sekaligus tantangan dalam pengelolaannya. Peran teknologi pertanian menjadi penting dalam mendukung swasembada pangan yang dicanangkan oleh Presiden RI,” ujarnya saat memberikan materi kepada siswa.

Sementara itu, Lilis Sucahyo menekankan bahwa mekanisasi dan teknologi pertanian modern memiliki peran penting dalam pengembangan sektor pertanian di Merauke.

“Teknologi mekanisasi pertanian modern merupakan salah satu pilar utama pengembangan pertanian di Merauke sebagai lumbung pangan nasional di wilayah paling timur Indonesia,” katanya.

Menurut Lilis, perkembangan sektor pertanian membutuhkan tenaga kerja terampil yang mampu mengoperasikan dan beradaptasi dengan teknologi. Karena itu, siswa SMK dinilai perlu dibekali kompetensi teknologi sejak dini.

Ia juga mendorong siswa untuk mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan tenaga kerja di bidang pertanian, perkebunan, dan kehutanan yang terus berkembang.

Ketua Tim Ekspedisi Patriot IPB University, Supriyanto, juga mengajak generasi muda Papua Selatan untuk memiliki cita-cita, motivasi, dan semangat kerja dalam mempersiapkan masa depan sektor pertanian di daerah tersebut.

“Generasi muda Papua, utamanya siswa SMK Negeri 4 Kehutanan dan Perkebunan Merauke harus memiliki cita-cita, motivasi dan kerja keras untuk masa depan pertanian Papua Selatan sebagai lumbung pangan nasional di wilayah timur,” ujarnya.

Supriyanto juga mendorong siswa, baik orang asli Papua maupun keturunan transmigran, untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Menurutnya, pendidikan tinggi dapat memperluas wawasan, pengalaman, serta keterampilan yang dibutuhkan untuk mengembangkan potensi daerah.

Melalui kegiatan tersebut, siswa diharapkan tidak hanya mengenal teknologi pertanian secara teori, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung mengenai penggunaan teknologi dan mesin pertanian modern.

Baca Juga: Pemprov Papua Selatan Dorong MBG Perluas Layanan Hingga Kampung dan Wilayah 3T

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi muda Papua Selatan yang memiliki kompetensi, mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, serta siap mengambil peran dalam pengembangan pertanian, perkebunan, dan kehutanan modern di wilayah tersebut. Demikian rilis yang diterima media ini, Sabtu, (3/10/2026).(Get)