Merauke - Pemerintah Kabupaten Merauke menyiapkan langkah penanganan bagi masyarakat yang terdampak kebakaran di Kampung Wogikel, Wanam, Distrik Ilwayab. Diawali dengan melakukan pendataan untuk memastikan jumlah warga terdampak dan kebutuhan yang harus segera dipenuhi.
Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze mengatakan, pendataan dilakukan setelah pihaknya menerima laporan kebakaran dari Kepala Distrik Ilwayab.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Merauke, kami menyampaikan keprihatinan terkait kondisi yang dialami beberapa warga, juga ada beberapa pos TNI maupun beberapa pos pemerintah yang mengalami kebakaran,” kata Yoseph, Senin, (5/10/2026) kepada wartawan usai mengikuti upacara HUT ke-81 TNI di Base Ops Lanud JA Dimara Merauke.
Menurutnya, Kepala Distrik Ilwayab telah diperintahkan untuk mendata warga yang terdampak. Data tersebut nantinya menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan bentuk bantuan dan langkah pemulihan.
“Setelah menerima informasi dari Wanam melalui Kepala Distrik, kami telah memerintahkan Kepala Distrik untuk melakukan pendataan kepada warga yang terdampak. Laporannya sementara sudah diproses dan mungkin siang ini kami akan melihat datanya,” ujarnya kepada wartawan, Senin, (5/10/2025).
Selain kondisi warga, Pemkab Merauke memberikan perhatian khusus terhadap ketersediaan bahan pangan di Distrik Ilwayab. Kebakaran diduga berdampak pada fasilitas penyimpanan bahan pokok sehingga berpotensi memengaruhi kebutuhan pangan masyarakat.
“Saya belum tahu persis apakah gudang orang tertentu atau gudang siapa yang terbakar, tetapi informasinya memang berkaitan dengan ketersediaan bahan pokok. Ini perlu kita ambil langkah segera sehingga kita bisa menjaga kecukupan bahan pangan masyarakat di Distrik Ilwayab,” jelasnya.
Pemkab Merauke, lanjut Yoseph, perlu memastikan jalur distribusi bantuan dapat berjalan dengan aman. Apabila bantuan dan bahan pangan dikirim melalui jalur laut, kondisi cuaca dan gelombang menjadi salah satu faktor yang harus diperhitungkan.
“Kita membutuhkan pernyataan yang valid terkait dengan kondisi laut sehingga kapal yang kita gerakkan itu bisa sampai ke sana,” katanya.
Di sisi lain, Pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Papua Selatan untuk memperkuat penanganan dampak kebakaran. Kolaborasi kedua pemerintahan dinilai penting mengingat kebutuhan masyarakat pascabencana tidak hanya berkaitan dengan bantuan awal, tetapi juga proses pemulihan.
“Kondisi ini nanti kami laporkan kepada pemerintah provinsi, supaya pemerintah provinsi dan kabupaten bisa bersama-sama berkontribusi atau melaksanakan tugas ini untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak,” tutur Yoseph.
Kebakaran tersebut juga dilaporkan berdampak pada sejumlah pos TNI dan fasilitas pemerintah di wilayah tersebut. Pemkab Merauke akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan fasilitas yang terdampak dapat segera ditangani.
Langkah tersebut diperlukan agar aktivitas pemerintahan dan pelayanan publik kepada masyarakat tetap berjalan, khususnya di Kampung Wogikel dan wilayah Distrik Ilwayab.
Baca Juga: Penambangan Pasir di Kawasan Bandara Mopah Disorot, Polisi Siap Tangani Laporan Pengrusakan
“Untuk pos TNI atau mungkin ada kantor pemerintah yang juga ikut terbakar, kami juga akan berkoordinasi sehingga bisa diatasi. Dengan demikian pelayanan tetap akan berjalan untuk masyarakat di Distrik Ilwayab, khususnya di Kampung Wogikel,” pungkasnya.(Get)








0 Komentar
Komentar tidak ada