Berita Utama

Kabut Asap Ganggu Penerbangan, Sejumlah Rute ke Merauke Alami Penundaan dan Pembatalan

Merauke - Sejumlah penerbangan di wilayah Merauke dan sekitarnya mengalami penundaan hingga pembatalan akibat gangguan jarak pandang yang dipengaruhi kondisi kabut asap.

Kepala Otoritas Bandara Wilayah X Rasburhany menyampaikan bahwa sejak tanggal 1 Oktober, sejumlah penerbangan telah mengalami keterlambatan. Gangguan tersebut kembali terjadi pada 4, 5, 6, dan 7 Oktober 2026.

Pada 6 Oktober, penerbangan menuju Kamur dilaporkan mengalami gangguan. Sementara pada 7 Oktober, sejumlah penerbangan, termasuk rute yang melayani Kamur dan Merauke, mengalami penundaan hingga pembatalan.

Gangguan juga berdampak terhadap penerbangan di Tanah Merah. Pada 7 Oktober, kondisi tersebut mempengaruhi penerbangan menuju Jayapura sehingga penerbangan lanjutan ke Merauke tidak dapat terlaksana sesuai jadwal.

Sementara itu, Jumat, (9/10/2026), operasional penerbangan masih menghadapi kendala akibat perubahan jarak pandang. 

"Pada pagi hari, jarak pandang dilaporkan sekitar satu kilometer, sebelum kemudian meningkat hingga sekitar delapan kilometer berdasarkan pemantauan terakhir," ujarnya dalam menghadiri rapat penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dan kekeringan akibat musim kemarau di Kantor Bupati Merauke, Jumat, (9/10/2026).

Sejumlah penerbangan,lanjut dia, termasuk rute Jayapura-Merauke dan Makassar-Merauke, masih dipantau untuk memastikan kemungkinan pendaratan sesuai kondisi cuaca dan persyaratan keselamatan penerbangan. Penerbangan dari Makassar diharapkan dapat mendarat sekitar pukul 12.50 WIT.

Untuk mengantisipasi gangguan lebih lanjut, pihak penerbangan terus melakukan koordinasi dengan seluruh bandara di wilayah kerja, termasuk di Papua Barat. Koordinasi juga dilakukan bersama maskapai penerbangan dan unsur terkait guna memantau perkembangan cuaca serta memastikan operasional penerbangan tetap mengutamakan keselamatan.

Pihak penerbangan terus lakukan pemantauan dan koordinasi mengikuti perkembangan jarak pandang dan kondisi kabut asap di masing-masing wilayah.

Baca Juga: Krisis Ganda Papua Selatan, Pemkab Merauke Perkuat Koordinasi Penanganan Karhutla dan Kekeringan 2026-2027

Oleh karena itu, sangat penting untuk segera dilakukan langkah-langkah bijak dengan melibatkan semua pihak guna menekan terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Papua Selatan.(Get)