Merauke - Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayah kerja Puskesmas Mopah Baru mengalami peningkatan signifikan dalam tiga bulan terakhir. Pada Juli 2026, tercatat sebanyak 332 kasus, meningkat menjadi 350 kasus pada Agustus, dan kembali naik menjadi 451 kasus pada September.
Kepala Puskesmas Mopah Baru, Severina Wiratwanti, mengatakan peningkatan kasus ISPA paling signifikan terjadi dari Agustus ke September 2026. Keluhan yang dialami masyarakat umumnya berupa batuk, pilek, sakit tenggorokan, hingga mata berair. Pasien yang paling banyak terdampak adalah anak-anak dan lanjut usia (lansia).
“Kalau kita tarik dari bulan Agustus ke September, kenaikannya sekitar 30-49 persen dibandingkan kenaikan dari Juli ke Agustus,” terang Severina Wiratwanti, Rabu, (14/10/2026).
Ia mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah guna mengurangi risiko gangguan pernapasan. Imbauan tersebut disampaikan menyusul kondisi kemarau panjang yang menyebabkan banyak debu, ditambah adanya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berdampak pada kualitas udara.
Paparan debu dan asap kebakaran berpotensi mengganggu kesehatan saluran pernapasan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.
Baca Juga: Buka Forum Satu Data 2026, Gubernur Papua Selatan Tekankan Validitas Data untuk Pembangunan
Masyarakat diharapkan meningkatkan kewaspadaan dengan menggunakan masker saat berada di luar rumah serta mengurangi paparan debu dan asap selama kondisi udara masih kurang baik.(Get)








0 Komentar
Komentar tidak ada