Berita Utama

Suara Hati ASN: Aplikasi BUS ASN Hadir Diharapkan Tidak Lagi Ada Pembatasan Kuota dan Kursi

Merauke - Pemerintah Provinsi Papua Selatan (Pemrov) melalui Dinas Perhubungan setempat telah menyediakan layanan Bus ASN Papua Selatan menggunakan sistem Account Based Ticketing (ABT). 

Sistem ini memudahkan para ASN untuk mendapatkan layanan Bus ASN dari yang sebelumnya manual dengan sistem antre menggunakan karci beralih ke aplikasi digital. Hal ini sebagaimana tertera dalam poster infografis digital yang disebarkan Kepala Dinas Perhubungan Papua Selatan, Michael Gomar. 

Menariknya lagi, sistem ini tidak dipakai untuk menarik tarif karena layanan tetap gratis. Tujuannya adalah validasi, pengendalian dan pendataan pengguna layanan. 

Peralihan ke sistem digital mendapat sambutan hangat dari ASN sekaligus berharap tidak lagi ada kesulitan bagi mereka untuk mendapatkan layanan Bus ASN seperti waktu-waktu sebelumnya. 

"Saya sangat mendukung pengalihan sistem karcis bus ASN Papua Selatan dari sistem manual ke pendaftaran secara online atau melalui aplikasi yang merupakan bagian dari transformasi digital pelayanan pemerintah. Sistem ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, transparansi, dan tertib administrasi," ujar salah satu ASN pengguna Bus ASN Pemrov Papua Selatan yang enggan disebutkan namanya, Sabtu, (24/10/2026). 

‎Ia mengatakan, sebelumnya ASN Papua Selatan dengan jumlah yang tidak sedikit harus mengantre karcis manual dengan kuota yang terbatas dan mereka rela mengantre mulai pagi subuh demi mendapatkan karcis, namun kini dengan adanya kebijakan pemerintahan sangat membantu Aparatur Sipil Negara yang sangat membutuhkan transportasi yang akan mengangkut mereka dari Kota Merauke menuju Salor dan sebaliknya.

‎Namun demikian, masih menyisahkan kekhawatiran. Bagi ASN, yang perlu menjadi perhatian adalah bagaimana sistem tersebut mampu memberikan kemudahan dan keadilan bagi seluruh pengguna. Jangan sampai digitalisasi hanya memindahkan antrean dari tempat fisik ke aplikasi, sementara persoalan keterbatasan kuota dan kesempatan mendapatkan kursi tetap terjadi.‎

Baca Juga: Menhan Tinjau Yonif TP 818/Yuboi, Perkuat Kesiapan Tempur dan Pengabdian Prajurit Kepada Masyarakat

‎"Karena itu, saya berharap pemerintah tidak hanya menyiapkan aplikasi, tetapi juga membangun mekanisme pendaftaran yang transparan, mudah digunakan, dan memiliki solusi ketika terjadi gangguan jaringan. Dengan demikian, digitalisasi karcis bus benar-benar menjadi sarana peningkatan kualitas pelayanan bagi ASN Papua Selatan, bukan justru menambah kesulitan bagi kami para penggunanya," tandasnya.(Get)