Merauke - Dua perusahan yang bergerak di bidang investasi perkebunan tebu di Kabupaten Merauke, Papua Selatan sudah menunjukkan progressnya. Ditargetkan, hasilnya sudah bisa dipanen pada tahun 2027.
Dua perusahan tersebut adalah PT. Global Papua Abadi dan PT. Murni Nusantara Mandiri. Keduanya merupakan dua dari sepuluh perusahaan konsorsio yang bergerak di bidang perkebunan tebu yang sudah menunjukkan progressnya.
"Mereka (dua perusahaan) punya investasi sudah berjalan bagus. Sekarang lagi masa uji coba," ujar Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Provinsi Papua Selatan, Petrus Asem, Selasa, (21/4/2026) di Merauke.
Petrus menyebut, nilai investasi dari sepuluh perusahaan tebu itu sebesar Rp100 triliun dari nilai sebelumnya Rp150 triliun, dengan luas lahan 500.000 hektare. Investasi perkebunan tebu ini terintegrasi dengan industri gula, bioethanol dan biomassa untuk pembangkit listrik.
"Proses produksi itu nanti empat pabrik gula yang akan menghasilkan 3 juta ton gula/tahun. Lalu dua pabrik bioethanol yaitu kurang lebih 300 juta liter/tahun dan biomassa direncanakan 350 megawatt yang nanti dibagi 250 megawatt untuk industri dan 100 megawatt akan bermitra dengan PLN untuk kebutuhan masyarakat," kata Petrus.
Menariknya, sebagai penghargaan kepada masyarakat pemilik ulayat, pihak perusahaan sudah membayar tali asih senilai Rp6 miliar pada, Selasa, (14/4/2026) di Mako Brimob Merauke. Yang berhak mendapatkan adalah pemilik hak ulayat yang sah.
Selain itu, hadirnya perkebunan tebu di Merauke ini memberikan lapangan kerja dan menyerap banyak tenaga kerja bagi masyarakat sekitar dengan upah setara UMR.
Baca Juga: Mewakili Pokja Perempuan, Paskalina Pimpin Upacara Hari Kartini di SMP YPK Merauke
"Sampai sekarang ada 9000 hektare di Jagebob dan 7000 hektare di Sermayam. Bulan Juni atau Juli 2027, akan dilakukan penggilingan perdana di sini," tandasnya.(Get)








0 Komentar
Komentar tidak ada