Merauke - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Selatan optimis lomba talenta lomba minat dan bakat siswa (MBS) tingkat provinsi setempat tahun 2026 ini mampu melahirkan generasi muda cerdas, berilmu dan berdaya saing tinggi
Meskipun Papua Selatan merupakan provinsi baru, pemerintah optimis daerah ini mampu demi kemajuan bangsa dan negara.
Demikian dikatakan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Papua Selatan, Agustinus Joko Guritno.
Guritno mewakili Gubernur Apolo Safanpo menyampaikan sambutan sekaligus membuka MBS di Taman Mandala Merauke, Kamis (28/5/2026).
Ia mengatakan, kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang rutin dilaksanakan sejak berdirinya Provinsi Papua Selatan.

Guritno mengapresiasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tingkat provinsi maupun di 4 kabupaten yang telah sukses menyelenggarakan seleksi tingkat kabupaten sebelumnya.
Dia menyebut, ?peserta yang bertanding di tingkat provinsi merupakan para juara terbaik dari kabupaten masing-masing.
??Peserta lomba diminta untuk tetap semangat, menunjukkan bakat, keahlian, dan pengetahuan terbaiknya.
Ia mengatakan, panitia telah menyiapkan apresiasi/hadiah yang besar bagi para pemenang juara 1 hingga juara 3.
Guritno berharap ?dewan juri memberikan penilaian secara objektif, adil, dan memberikan nilai sesuai dengan kualitas yang ditunjukkan peserta.
?Panitia dan Aparatur Sipil Negara (ASN) baik provinsi maupun kabupaten, wajib juga diharapkan menjaga netralitas dan kejujuran demi kelancaran kompetisi yang sehat.

Kepala Bidang Pendidikan Khusus dan Akademik Komunitas Dinas Pendidika dan Kebudayaan Papua Selatan, Oliva Koneng selaku ketua panitia pelaksana MBS dalam laporannya mengatakan Selatan menyebut lomba talenta minat dan bakat siswa diselenggarakan sebagai wadah untuk menggali, mengembangkan dan menampilkan potensi terbaik yang dimiliki oleh para siswa di berbagai minat dan bakat.
Ia mengatakan, ajang talenta ini bukan hanya tentang meraih juara, tetapi juga tentang membangun rasa percaya diri, mengembangkan kreativitas, mempererat persaudaraan, serta menumbuhkan semangat sportivitas dan kerja keras.
Melalui kegiatan ini, kata dia, diharapkan lahir generasi muda Papua Selatan berprestasi, berkarakter, dan mampu bersaing ditingkat yang lebih tinggi.
Oliva menjelaskan bahwa ajang talenta minat dan bakat siswa tingkat Provinsi Papua Selatan 2026 ini dilaksanakan secara luring dan daring.
Pertama, secara luring yakni festival seni dan sastra siswa nasional(FLS3N) dikmen dengan 16 cabang lomba, bakal dilaksanakan pada 28 Mei-1 Juni 2026.
Peserta yang mengikuti festival sebanyak 60 siswa dari empat kabupaten yang ada di wilayah Papua Selatan yakni Kabupaten Asmat, Mappi, Boven Digoel, dan Kabupaten Merauke. Kemudian,peserta dari Sekolah Luar Biasa (SLB) sebanyak 48 orang.
Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) dengan cabang lomba atletik, renang, bulu tangkis dan pencak silat, yang bakal dilaksanakan pada 8-12 Juni 2026.
Lanjut dia, jumlah peserta dari jenjang Sekolah Dasar (SD) yang mengikuti O2SN sebanyak 1110 murid dari empat kabupaten yang ada.
Kemudian, kata dia, peserta jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), 121 peserta dari empat kabupaten.
Selanjutnya, jumlah peserta jenjang SMA/SMK sebanyak 88 orang dari empat kabupaten.
"Lalu, Gala Siswa Indonesia (GSI) bola kaki siswa SMP bakal dilaksanakan pada 1 Agustus-15 September 2026,"kata dia.
Kedua, secara daring yaitu Olimpiade Sains Nasional (OSN) jenjang SD sebanyak tiga orang yang akan dilaksanakan pada 6 Juli 2026.
Kemudian, jenjang SMP juga tiga orang bakal berlangsung pada 9 Juli 2026. Kemudian, jenjang SMA, 9 siswa yang akan berlangsung pada 27 Juli 2026.
Selanjutnya, untuk Lomba Debat Indonesia (LDI) pendidikan menengah untuk jenjang SMA/SMK akan dilaksanakan pada 5-15 Juli 2026.
Baca Juga: Pemprov Papsel, Serahkan 17 Ekor Sapi Kurban Kepada Umat Muslim
"Peserta yang mengikuti debat bahasa Indonesia, tiga orang, lalu debat bahasa Inggris juga tiga orang," ucapnya.(Get)
??








0 Komentar
Komentar tidak ada