Berita Utama

Pemkab Merauke Gelar Nikah Massal Lintas Agama

Merauke - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke melalui panitia menggelar nikah massal lintas agama bagi pasangan calon suami istri di wilayahnya. 

Pernikahan massal dilakukan dalam rangka hari keluarga berencana nasional tahun 2026, dengan tujuan untuk memberikan kepastian hukum dan perlindungan bagi pasangan serta keturunannya melalui pencatatan resmi negara. 

Program ini diselenggarakan secara gratis untuk membantu warga yang terkendala biaya agar mendapatkan legalitas pernikahan secara agama dan negara.

Rabu, (3/6/2026), 35 pasangan beragama Protestan yang terdaftar (dua pasangan mengundurkan diri) telah melangsungkan pernikahan di Gereja Protestan Pniel Merauke dipimpin Pendeta Elvina Ima yang ditandai dengan janji pernikahan. 

Pendeta Elvina menegaskan, bahwa dalam kehidupan rumah tangga atau kehidupan keluarga , setiap pasangan harus utamakan sikap saling mengasihi dan sikap menghargai dalam keadaan apapun, karena pasangan hidup adalah anugerah dari Tuhan. 

"Tantangan dan ujian pasti terjadi dalam kehidupan sehari-hari, tapi tetap utamakan kasih, seperti kasih Kristus tanpa batas, tanpa syarat, mengampuni, memahami dan tidak pura-pura serta hati yang selalu bersyukur. Apapun keadaan yang akan datang dan sebesar apapun masalah dan gelombang yang datang tidak akan goyah karena rumah tangga dibangun di atas kasih Kristus. Kalau ada masalah jangan ganti pasangan tapi ganti pola pikir dan menyelesaikan dengan kasih dan kesabaran," ucap Pdt. Elvina dalam khotbahnya. 

Bupati Merauke, Yoseph Bladib Gebze bersama istri Ny. Novi Gebze juga menghadiri ibadah nikah massal sekaligus merayakan HUT ke -15 pernikahannya. 

Bupati Merauke memberikan motivasi kepada pasangan muda yang sudah sah secara agama dan negara agar tetap menjaga keutuhan rumah tangga, dan bertanggung jawab terhadap kehadiran anak-anak yang hadir atas perkawinan suami-istri. Sehingga kelak, anak-anak menjadi generasi yang dipersiapkan untuk melanjutkan pembangunan bangsa dan gereja di masa depan. 

Baca Juga: 18 Siswa Papua Selatan Ikuti Seleksi Wawancara Program Beasiswa Unggul Polbangtan Malang.html

Selain agama Protestan, pernikahan massal juga akan digelar bagi pasangan dari agama Katolik sebanyak 138 dan 4 pasangan dari Islam serta 3 pasangan dari GGRI Noari dengan jadwal yang berbeda.(Get)