Merauke - Seleksi penerimaan mahasiswa baru program beasiswa unggul kerjasama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Selatan dengan Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes Yogyakarta jurusan anestesiologi diikuti 32 peserta.
Seleksi digelar di Aula SMP YPK Merauke, Senin, (18/5/226), dibuka Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Selatan, Ignasius Babaga dan Direktur Politeknik Kesehatan Kemenkes Yogyakarta, Dr. Iswanto beserta tim.
Tujuan dari kerjasama ini adalah untuk meningkatkan kualitas SDM orang asli Papua (OAP) di bidang kesehatan khususnya tenaga anestesiologi yang profesional dan berkompeten.
Selain itu, untuk menyiapkan tenaga kesehatan OAP yang nantinya dapat kembali mengabdi guna meningkatkan pelayanan kesehatan di Papua Selatan, serta mendorong peningkatan kapasitas daya saing generasi muda selatan dalam dunia kesehatan di tingkat nasional.

Hasil seleksi jalur mandiri ini diharapkan akan terpilih calon mahasiswa OAP yang memenuhi syarat, memiliki kemampuan akademis serta berkompeten untuk mengikuti pendidikan pada jurusan anestesiologi di Poltekes Kemenkes Yogyakarta.
Diharapkan, nantinya akan terbentuk SDM yang unggul, profesional dan berdaya saing di bidang anestesiologi, supaya tenaga kesehatan OAP mampu mendukung peningkatan pelayanan kesehatan di selatan pada masa mendatang.
Direktur Politeknik Kesehatan Kemenkes Yogyakarta, Dr. Iswanto menyampaikan, kerjasama serupa sudah dimulai sejak 2024 dan kala itu hanya 6 mahasiswa yang diterima. Harapannya pada kerja sama kali kedua ini, dari 32 calon mahasiswa yang mengikuti seleksi banyak yang lolos.
"Kami sangat mengapresiasi pemerintah Papua Selatan yang punya komitmen kuat untuk membangun SDM dalam bidang keperawatan dan anestesiologi," ucap Iswanto.
Dikatakan, dalam pendaftaran calon mahasiswa baru di Poltekkes Yogyakarta sangatlah ketat dan yang paling ketat adalah keprawatan anestesiologi. Pasalnya, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta menjadi satu-satunya kampus yang memiliki program studi (Prodi) sarjana keprawatan anestesiologi dari 38 Poltekkes Kemenkes di Indonesia.

Poltekkes Yogyakarta memiliki enam jurusan dan 17 Prodi, jurusan keprawatan di dalamnya ada Prodi Keprawatan Anestesiologi. Lalu, jurusan Kebidanan, Teknologi Laboratorium Medis, Kesehatan Gigi, Gizi, dan jurusan Kesehatan Lingkungan.
"Alhamdulillah 17 Prodi ini sudah terakreditasi unggul semua," ucap Iswanto.
Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo mengharapkan kerjasama ini dapat membantu pemerintah dan masyarakat dalam menyediakan tenaga anestesi di daerah.
"Karena tenaga anestesi di Papua Selatan masih sangat kurang," ucap Apolo.
Apolo mengatakan, Pemrov juga sedang membangun kerjasama dengan berbagai Perguruan tinggi di Indonesia. Pelaksanaan seleksi mengikuti jadwal seleksi di perguruan tinggi masing-masing.
Baca Juga: Masuk Triwulan Kedua, Bupati Merauke Ingatkan OPD Pedomani Target Kinerja
Untuk diketahui, 32 peserta yang ikut seleksi di Poltekkes Kemenkes Yogyakarta tersebut berasal dari Kabupaten Merauke, Boven Digoel, Mappi dan Kabupaten Asmat. Kegiatan ini didukung oleh anggaran DPA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Selatan tahun 2026.(Get)








0 Komentar
Komentar tidak ada