Merauke - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat sebanyak 36.000 anak di Provinsi Papua Selatan putus sekolah dengan berbagai penyebab.
Angka tersebut mendorong Pemerintah Provinsi Papua Selatan segera membentuk Tim Anak Tidak Sekolah (TATS) untuk mengembalikan mereka ke dunia pendidikan.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Selatan, Marthen Rumar, mengatakan Kabupaten Asmat menjadi daerah dengan jumlah anak putus sekolah tertinggi, yakni mencapai 4.059 anak.
"Secara umum, untuk di kelas 12 anak putus sekolah kelihatan terbanyak pada anak perempuan. Sebelum lulus mereka sudah kawin," ujar Marthen saat Workshop Konsultasi Publik Rancangan Peraturan Daerah Provinsi (Ranperdasi) tentang Penyelenggaraan Pendidikan Provinsi Papua Selatan, Kamis (16/7/2026).
Selain pernikahan usia muda, menurut Marthen, tingginya angka putus sekolah di wilayah kampung juga dipengaruhi kebiasaan masyarakat yang masih hidup dengan meramu dan berkebun. Akibatnya, banyak anak memilih mengikuti orang tua ke kebun atau dusun pada jam sekolah sehingga tidak melanjutkan pendidikan.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Provinsi Papua Selatan mengusulkan pembentukan Tim Anak Tidak Sekolah (TATS) atau Tim Anak Putus Sekolah (TAPS).
Tim ini akan terdiri atas guru, tenaga kependidikan, dan pengawas yang bertugas mendata, mencari, serta mendampingi anak-anak usia 7-18 tahun yang putus sekolah maupun yang belum pernah mengenyam pendidikan agar dapat kembali belajar.
"Yang masih usia sekolah kita kembalikan ke sekolah, yang sudah lewat umur kita masukkan ke PKBM untuk mengikuti sekolah kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C serta mendapatkan keterampilan," jelas Marthen.
Baca Juga: Pemprov Papua Selatan Matangkan Ranperdasi Penyelenggaraan Pendidikan Lewat Konsultasi Publik
Ia menambahkan, pembentukan TATS dinilai penting karena data anak putus sekolah tersebut sudah tercatat dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Kementerian Pendidikan, sehingga dapat menjadi dasar untuk melakukan penjangkauan dan penanganan secara terarah.(Get)








0 Komentar
Komentar tidak ada