Berita Utama

IDAPS Selenggarakan Kongres I, Dibuka Gubernur Apolo Safanpo

Merauke - Ikatan Dosen Asli Papua Selatan (IDAPS) menyelenggarakan kongres-1 dibuka Gubernur Apolo Safanpo dan dihadiri dosen perwakilan dari 13 perguruan tinggi di Papua Selatan, dengan keseluruhan peserta dan tamu undangan sekira 250 orang. 

Tujuan penyelenggaraan kongres ini adalah:

1. Mewujudkan wadah resmi bagi para dosen asli Papua Selatan dalam satu ikatan profesi yang kuat.

2. Merumuskan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.

3. Memilih dan menetapkan pengurus definitif Ikatan Dosen Asli Papua Selatan.

4. Memperkuat jaringan kerja sama antar dosen asli Papua Selatan lintas kabupaten.

5. Mendorong peningkatan kualitas pendidikan tinggi berbasis kearifan lokal Papua Selatan.

Demikian disampaikan Ketua Panitia Kongres -1 IDAPS Lambertus Ayiriga, S.Pd., M.Pd di Auditorium Kantor Bupati Merauke, Senim, (15/6/2026).

Lambert menyebut, berdasarkan pendataan yang dilakukan panitia, jumlah dosen asli Papua Selatan yang teridentifikasi saat ini masih sangat minim, yakni sekitar 25 orang.

Di Universitas Musamus sebagai satu-satunya perguruan tinggi negeri di Papua Selatan, jumlah dosen tercatat mencapai 485 orang, namun dosen asli Papua Selatan yang terdata hanya 16 orang. Sementara dari berbagai perguruan tinggi swasta terdapat sekitar 13 dosen asli Papua Selatan. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan utama dibentuknya organisasi ini.

"Kami mencoba mempersatukan dosen-dosen dari seluruh Papua Selatan untuk bergabung dalam ikatan ini. Kehadiran teman-teman dosen hari ini membuat kami merasa perlu membentuk satu wadah agar kita terorganisir dengan baik dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia orang asli Papua,” ujar Lambert.

Lanjut, kata Lambert, pendidikan merupakan salah satu pilar utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang cerdas dan berkualitas. Karena itu, para dosen sebagai ujung tombak pendidikan tinggi perlu terlebih dahulu membangun persatuan dan solidaritas.

Panitia juga menilai selama ini belum tersedia data dan jaringan yang terintegrasi mengenai jumlah maupun persebaran dosen asli Papua Selatan di masing-masing kabupaten.

“Selama ini kita tidak mengetahui secara pasti berapa jumlah dosen di Asmat, Mappi, Boven Digoel maupun Merauke. Karena itu ikatan ini hadir untuk merangkul semua dosen asli Papua Selatan sehingga tercipta sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah,” katanya.

Selain memperkuat jaringan, organisasi ini juga diharapkan menjadi sarana kaderisasi bagi generasi dosen berikutnya agar peningkatan kualitas SDM orang asli Papua dapat terus berlanjut.

Besar harapan pemerintah daerah di tingkat provinsi maupun kabupaten dapat memberikan dukungan terhadap berbagai program yang akan dijalankan Ikatan Dosen Asli Papua Selatan.

Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo mengatakan, dosen adalah pendidik dan ilmuwan yang bertugas untuk mengembangkan, mentransformasikan dan menyebarluaskan IPTEK kepada seluruh masyarakat di manapun berada. 

Tiga kewajiban yang harus dilaksanakan sebagai dosen, yani pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. 

"Itu yang membedakan dosen dari guru. Kalau guru itu mengajar atau sebagai tenaga pendidik, kalau dosen itu ditambah dengan ilmuwan yang punya tugas mengembangkan ilmu. Cara mengembangkannya bagaimana, dia harus melakukan riset," ucap Apolo.

Oleh karena itu, lanjut Apolo anak-anak asli Papua Selatan jangan hanya terlibat di dalam pelayanan dan pengabdian sebagai aparatur di bidang pemerintahan atau sebagai politisasi di bidang politik tetapi juga harus berperan aktif mengambil bagian sebagai ilmuwan dalam pengembangan pengetahuan dan teknologi. 

Baca Juga: Buka Musda, Pemprov Dorong HNSI Papua Selatan Tingkatkan Produksi Ikan

"Pemrov mengapresiasi inisiasi para dosen yang mengadakan Kongres -1. Dalam rangka pengembangan anak-anak asli Papua Selatan, Pemrov tetap berikan dukungan kepada IDAPS. Sebagai bentuk dukungan awal, setelah terpilih nanti lapor ke bapak, kami akan diberikan bantuan senilai Rp100 juta untuk pengurus," ucap Apolo.(Get)