Berita Utama

Yayasan Kali Maro Bangkit Apresiasi Program MCK dan Sumur Bor Kodim 1707 Merauke

Merauke - Program pembangunan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) dan sumur bor yang dilaksanakan Kodim 1707/Merauke melalui Karya Bakti Skala Besar TNI AD Tahun Anggaran 2026 mendapat apresiasi dari Yayasan Kali Maro Bangkit. Fasilitas tersebut dinilai sangat membantu masyarakat dalam mendukung kegiatan rohani sekaligus wisata di kawasan Yonggo, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke.

Direktur Yayasan Kali Maro Bangkit mengatakan kawasan Yonggo selama ini menjadi pusat kegiatan rohani masyarakat adat Marind. Setiap bulan lokasi tersebut digunakan untuk ibadah, sedangkan setiap Oktober menjadi lokasi pelaksanaan festival dan berbagai perayaan budaya.

"Selama ini di lokasi belum ada fasilitas MCK maupun air bersih. Padahal tempat itu menjadi lokasi berkumpul masyarakat untuk kegiatan rohani dan berbagai kegiatan tahunan. Karena itu kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Kodim atas bantuan sumur bor dan pembangunan MCK," ujarnya, Jumat (17/7/2026).

Ia menjelaskan, progres pembangunan fasilitas tersebut kini telah mencapai sekitar 80 persen. Dua unit MCK yang dilengkapi sumur bor sedang dibangun untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat dan para pengunjung.

Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut akan sangat memudahkan masyarakat saat mengikuti kegiatan keagamaan maupun berbagai agenda budaya di kawasan wisata rohani tersebut.

"Kalau ada kegiatan besar, masyarakat maupun pengunjung sering kesulitan mendapatkan tempat untuk mandi, buang air, maupun memperoleh air bersih. Dengan adanya MCK dan sumur bor ini, kebutuhan itu bisa terpenuhi," katanya.

Yayasan Kali Maro Bangkit juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI yang dinilai terus menghadirkan program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

"Kami mendukung program TNI yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kecil. Tetap semangat membangun negeri dan terus menjadi mitra masyarakat Papua melalui program-program yang nyata," ujarnya.

Selain itu, yayasan berharap program serupa dapat diperluas ke kawasan Samleber, Distrik Sota, yang saat ini sedang dikembangkan sebagai kawasan pangan lokal dan wisata berbasis masyarakat.

"Kami berharap pembangunan MCK dan air bersih juga dapat dilakukan di Samleber agar mendukung pengembangan kawasan pangan lokal sekaligus meningkatkan kenyamanan masyarakat dan pengunjung," harapnya.

Sementara itu, Dandim 1707/Merauke Letkol Inf Bayu Prabowo, S.I.P. melalui Pasi Teritorial Kodim 1707/Merauke Kapten Czi Sage mengatakan, Karya Bakti Skala Besar TNI AD Tahun Anggaran 2026 di wilayah Kodim 1707/Merauke yang berlangsung pada 1 Juli hingga 29 Agustus 2026 meliputi rehabilitasi ruang Laboratorium IPA SMP Negeri Urumb, rehabilitasi Gereja Katolik Stasi Santo Yoseph Serapu. 

Baca Juga: Wabup Merauke Tutup MPLS SMP Negeri 2, Ajak Siswa Bangun Cita-cita Sejak Dini

Kemudian, pembangunan empat unit MCK, pembangunan empat titik sumur bor air bersih di Kampung Urumb, Distrik Semangga, serta pembangunan 15 jembatan Aramco yang tersebar di Kampung Waninggap Say, Distrik Tanah Miring, Distrik Kurik, Kampung Bad, Distrik Animha, Kampung Wenda Asri, dan Kampung Mimi Baru di Distrik Jagebob.(Get)