Berita Utama

Bupati Merauke Targetkan Pembangunan Sekolah Rakyat Rampung Tahun 2026

Merauke - Bupati Merauke, Yoseph Bladib Gebze, menargetkan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Merauke dapat diselesaikan pada tahun 2026. 

Program yang digagas Kementerian Sosial tersebut diharapkan menjadi solusi untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Bupati mengatakan Pemerintah Kabupaten Merauke telah menyiapkan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat. Lokasi tersebut berada di samping Asrama Atlet, Stadion Katalpal Merauke dan telah ditetapkan sebagai lokasi pembangunan.

"Lahan sudah kami siapkan dan lokasi pembangunan juga sudah ditetapkan. Saat ini prosesnya terus berjalan. Kita tinggal memastikan apa saja persyaratan dan dokumen yang masih perlu dilengkapi agar seluruh tahapan dapat segera diselesaikan," kata Yoseph Bladib Gebze, Senin, (13/7/2026) di Merauke. 

Ia meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) yang terlibat untuk mempercepat penyelesaian dokumen administrasi serta memperkuat koordinasi dengan Kementerian Sosial dan kementerian terkait agar proses pembangunan tidak mengalami kendala.

"Hari ini kita harus memastikan seluruh dokumen yang menjadi persyaratan bisa segera diselesaikan. Kalau ada yang masih kurang, segera dipenuhi agar progres pembangunan berjalan sesuai target," ujarnya.

Menurut Bupati, operasional program Sekolah Rakyat pada prinsipnya sudah siap dilaksanakan. Namun, pemerintah daerah ingin agar fasilitas fisik berupa gedung sekolah juga dapat segera dibangun sehingga penyelenggaraan pendidikan dapat berlangsung secara optimal.

"Kita ingin Sekolah Rakyat di Merauke tidak hanya berjalan dari sisi aktivitas belajar mengajarnya, tetapi juga memiliki gedung yang representatif sebagai bagian dari program nasional yang sedang didorong pemerintah," jelasnya.

Bupati menegaskan, Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang memiliki semangat untuk bersekolah. Penerimaan peserta didik tidak didasarkan pada prestasi akademik, melainkan pada kondisi sosial ekonomi keluarga.

"Syarat masuk Sekolah Rakyat bukan nilai akademik, tetapi anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu dan memiliki kemauan untuk sekolah. Kita ingin memberikan kesempatan kepada mereka agar memperoleh pendidikan yang layak," katanya.

Ia berharap kehadiran Sekolah Rakyat dapat menjadi sarana untuk mempersiapkan generasi muda Merauke agar memiliki masa depan yang lebih baik serta mampu meningkatkan taraf hidup keluarga dan memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah.

Baca Juga: Local Food Tanume Tribe Kembangkan Pangan Lokal dan Wisata Alam di Perbatasan RI-PNG

Untuk itu, Yoseph meminta seluruh OPD terkait terus memperkuat kolaborasi agar target penyelesaian pembangunan Sekolah Rakyat pada tahun 2026 dapat tercapai sesuai rencana.(Get)