Merauke - Pemerintah Kabupaten Merauke melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan serta Kesehatan Hewan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) selama dua hari, sebagai upaya menjaga stabilitas harga sekaligus menekan laju inflasi di daerah.
Kegiatan yang dilaksanakan pada 8-9 September ini menghadirkan berbagai komoditas pangan dengan harga yang relatif lebih rendah dibandingkan harga di pasaran. Salah satu komoditas yang menjadi perhatian adalah cabai atau sayuran hijau.
Kepala Seksi Stabilisasi dan Pasokan Harga Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan serta Kesehatan Hewan Kabupaten Merauke, Adriana mengatakan harga rica dalam kegiatan tersebut dijual Rp90 ribu per kilogram.
"Harga rica hari ini Rp90 ribu per kilogram. Kebetulan ricanya segar karena masih berasal dari masyarakat yang melakukan panen sendiri," ujarnya di Kios Pangan Merauke, Selasa, (8/9/2026).
Menurutnya, harga tersebut lebih rendah dibandingkan harga rica di pasar yang masih berada di kisaran Rp100 ribu per kilogram.
Selain rica, bawang merah lokal yang dipasarkan dalam GPM dijual Rp40 ribu per kilogram, sedangkan bawang putih Rp45 ribu per kilogram. Bawang merah tersebut merupakan hasil produksi petani lokal Merauke.
"Untuk bawang merah hari ini Rp40 ribu, bawang putih Rp45 ribu. Bawang yang dijual di sini merupakan bawang lokal dari petani Merauke," jelasnya.

Adriana menyebutkan, pelaksanaan GPM turut mendapat dukungan dari sejumlah pihak, di antaranya Perum Bulog, distributor Karisma, Oren Supermarket, serta Bintor.
Sejumlah kebutuhan pokok seperti minyak goreng juga ditawarkan dengan harga khusus. Minyak SunCo kemasan lima liter dijual Rp133 ribu, sedangkan kemasan isi ulang (refill) Rp50 ribu. Sementara minyak goreng Bimoli dijual Rp48 ribu.
"Harga hari ini memang lebih rendah karena kita langsung bersama distributor," katanya.
Selain kebutuhan pokok, GPM juga menyediakan buah-buahan segar yang mendapat dukungan dari perusahaan perkebunan besar swasta (PBS).
Adriana menjelaskan, salah satu komoditas yang masih mengalami gejolak harga adalah sayuran hijau. Kondisi tersebut dipengaruhi musim kemarau yang menyebabkan ketersediaan air bagi petani menjadi terbatas.
"Untuk sayur memang mulai naik, terutama sayur hijau, karena musim kemarau sehingga ketersediaan air agak sulit," ungkapnya.
Namun, melalui GPM, masyarakat tetap bisa memperoleh sayuran dengan harga lebih terjangkau. Salah satunya sawi yang dijual Rp7 ribu per ikat.
Harga tersebut lebih rendah dibandingkan harga sawi di pasar. Berdasarkan data petugas enumerator Dinas Ketahanan Pangan, harga sawi di pasar sehari sebelumnya mencapai sekitar Rp10 ribu per ikat.

"Khusus hari ini di kios pangan, kebetulan dari kelompok tani hortikultura, mereka menjual sawi dengan harga Rp7 ribu," pungkas Adriana.
Baca Juga: Penerbangan Merauke-Jakarta Kembali Normal, Sempat Tertunda Akibat Abu Vulkanik
Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga terjangkau sekaligus menjaga kestabilan harga komoditas pangan di Kabupaten Merauke.(Get)








0 Komentar
Komentar tidak ada