Berita Utama

Krisis Air Bersih Mulai Mengancam, BPBD Merauke Terima Permintaan Distribusi Air

Merauke - Selain menangani kebakaran lahan, kondisi cuaca panas dan El Nino juga mulai berdampak terhadap ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Merauke.

Badan Penanggulangan Bencana Dareh (BPBD) Kabupaten Merauke mulai menerima permintaan bantuan distribusi air bersih dari masyarakat. Hal tersebut dilakukan menindaklanjuti arahan Bupati Merauke agar BPBD membantu masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Kepala BPBD Kabupaten Merauke, Romanus Sujatmiko menuturkan, sejumlah kampung yang telah mendapatkan bantuan antara lain Kampung Bokem dan Kampung Ngolar.

Untuk Kampung Ngolar, petugas BPBD bahkan melakukan distribusi air sejak pagi hingga malam hari karena masyarakat setempat mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

“Di Kampung Ngolar, kemarin kami ke sana jam 9 pagi dan pulang jam 8 malam. Di sana memang tidak ada air yang bersih,” ungkapnya, Senin, (7/9/2026) di ruang kerjaya. 

Padahal, di kampung tersebut terdapat Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang dibangun oleh Dinas Pekerjaan Umum. Namun, fasilitas tersebut saat ini mengalami kerusakan.

“Di sana kurang lebih ada 200-an kepala keluarga. Ada SPAM yang dibangun oleh Dinas Pekerjaan Umum, tetapi sudah rusak. Ini yang perlu juga diperhatikan oleh dinas terkait,” katanya.

BPBD juga telah menerima permintaan distribusi air bersih dari wilayah perkotaan. Setelah melakukan sosialisasi, sejumlah masyarakat menyampaikan kebutuhan air bersih kepada BPBD.

BPBD kemudian meminta pihak kelurahan melakukan pendataan wilayah-wilayah yang mengalami kesulitan air sehingga bantuan dapat diberikan secara lebih terarah.

Dalam pelaksanaannya, BPBD bekerja sama dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) untuk penyediaan air. Air yang disalurkan kepada masyarakat terdampak diberikan secara gratis, meskipun BPBD tetap melakukan pembayaran kepada penyedia air.

“Kalau masyarakatnya gratis. Tetapi kami tetap bayar kepada penyedia,” jelasnya.

Ia menambahkan, bantuan distribusi air bersih akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat. Apabila terdapat wilayah yang benar-benar tidak memiliki sumber air dan sangat membutuhkan bantuan, BPBD akan berupaya memberikan pelayanan.

Untuk mengantisipasi semakin meluasnya persoalan air bersih, BPBD juga mulai membangun komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk organisasi, dinas terkait, badan pemerintah hingga kementerian.

Bahkan, Balai Wilayah Sungai (BWS) telah mendatangi BPBD untuk membahas langkah bersama dalam membantu masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih.

Baca Juga: Kompol Jerry Koagauw Kembali ke Polres Merauke, Kini Jabat Wakapolres

“Kemarin dari beberapa organisasi, dinas, badan, bahkan kementerian. Tadi pagi BWS datang kepada kami untuk mengomunikasikan bagaimana cara membantu masyarakat terkait air bersih. Kami sudah mulai atas perintah Bupati untuk membantu masyarakat yang memang kekurangan air bersih. Mereka juga mau berkolaborasi,” pungkasnya.(Get)