Berita Utama

Tidak Perlu Malu Kerja Apa Saja, Dari Pada Mencuri atau Minta-Minta

Merauke - Demi memenuhi kebutuhan keluarga dan biaya pendidikan anak, Gabriel Kaimu rela berjualan air bersih menggunakan gerobak. Pekerjaan tersebut ditekuninya sejak 2015 hingga kini.

Bagi Gabriel, pekerjaan apa pun yang baik dan halal patut disyukuri. Menurutnya, bekerja lebih baik daripada menganggur, mencuri, atau meminta-minta untuk memenuhi kebutuhan hidup.

"Sejak 2015 saya datang dari Kabupaten Mappi ke Merauke, saya berusaha mencari kerja tetapi tidak dapat. Lalu saya diajak oleh ipar saya untuk jualan air gerobak. Saya sangat mensyukuri ini daripada jadi pengangguran, sedangkan saya punya keluarga dan anak yang sedang sekolah," ujar Gabriel saat ditemui di sumur tempat ia menimba air, di simpang lampu merah samping Cafe Valentine, Kamis (17/9/2026).

Dalam menjalankan usahanya, Gabriel menjual air bersih menggunakan gerobak yang berisi 15 jerigen berukuran 10 liter. Air tersebut dijual dengan harga Rp5.000 per jerigen.

Sementara itu, harga borongan untuk satu gerobak disesuaikan dengan jarak tempuh pengantaran. Pendapatan yang diperolehnya pun bergantung pada pesanan masyarakat, khususnya warga di wilayah belakang RSUD Merauke.

Meski pekerjaan tersebut dijalani setiap hari, Gabriel mengaku masih menghadapi kendala dalam mengembangkan usahanya. Salah satunya adalah biaya penggantian jerigen yang rusak.

Ia mengatakan, harga satu jerigen mencapai Rp65.000. Nilai tersebut cukup mahal baginya, terlebih ketika harus mengganti beberapa jerigen sekaligus. Kondisi serupa juga dialami rekan-rekan sesama penjual air gerobak.

"Jadi kami minta ada bantuan dari pemerintah supaya bantu kami jerigen dan juga gerobak atau ban gerobak, serta perlengkapan gerobak yang bisa kita pakai," pintanya.

Kendati demikian, Gabriel tetap bersemangat menekuni pekerjaannya. Ia tidak merasa malu menjalani pekerjaan yang bagi sebagian orang dianggap kurang bergengsi dan tidak menghasilkan banyak uang.

Baginya, selama pekerjaan itu dilakukan dengan baik dan jujur, maka patut disyukuri. Ia percaya, berkat Tuhan selalu ada bagi mereka yang mau berusaha dan bekerja keras demi memenuhi kebutuhan.

Baca Juga: ASN Merauke Diminta Edukasi Masyarakat Cegah Kebakaran

"Setiap hari kita makan dan banyak kebutuhan, jadi harus kerja, bukan menganggur. Tuhan kasi kita akal budi, jiwa raga yang lengkap, sehat maka kita harus mandiri dan bermanfaat. Orang cacat saja ada yang bisa mandiri, apalagi yang utuh serta sehat fisik dan mentalnya," ujarnya mengakhiri.(Get)