Berita Utama

Pisahkan Uang Usaha dan Uang Pribadi Jadi Tolak Ukur Keberhasilan

Merauke - Memisahkan uang usaha dan uang pribadi menjadi salah satu langkah penting dalam mengelola keuangan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). 

Kebiasaan tersebut membantu pelaku usaha mengetahui kondisi keuangan bisnis, termasuk perkembangan usaha, keuntungan maupun kerugian.

Hal itu diterapkan pemilik usaha i3 Bakery dan i3 Craft, Maya Famia Maria Bapaimu, yang konsisten memisahkan keuangan usaha dari kebutuhan pribadi maupun keluarga.

Menurut Maya, pemisahan keuangan merupakan bagian dari manajemen keuangan dan bentuk disiplin finansial dalam menjalankan usaha.

"Yang saya konsisten sampai sekarang ini hanya satu yaitu pisahkan uang usaha dan uang pribadi, karena dari situ saya bisa rasakan usaha ini berkembang atau tidak, untung atau rugi," ujarnya, Rabu, (16/9/2026).

Ia mengakui, menerapkan pemisahan keuangan tidak selalu mudah, terutama karena usahanya masih dijalankan dari rumah. Namun, tekad untuk membangun pengelolaan keuangan yang baik membuatnya terus membiasakan diri memisahkan hasil penjualan bakery dan kerajinan tangan dari uang untuk kebutuhan pribadi atau keluarga. 

"Tapi puji Tuhan, saya sudah bisa pisahkan mana uang usaha dan juga pribadi sampai selama saya jalankan usaha saya," tandasnya.

Kemudian, selain pengelolaan keuangan, Maya menekankan pentingnya menjaga kualitas produk untuk mempertahankan kepercayaan pelanggan terhadap usaha kuliner yang dijalankannya.

Menurutnya, cita rasa menjadi salah satu hal utama yang harus dipertahankan. Selain itu, bahan baku yang digunakan harus berkualitas baik dan segar.

"Kita harus pertahankan rasa, bahan baku yang digunakan harus baik atau segar," katanya.

Ia juga memperhatikan kebersihan, mulai dari peralatan, area produksi hingga proses pengemasan. Produk yang dihasilkan harus dikemas dengan baik, higienis dan menarik agar tetap menjaga kualitas hingga sampai ke tangan konsumen.

Untuk mempertahankan kepercayaan pelanggan, Maya menjadikan kritik dan saran sebagai bahan evaluasi dalam mengembangkan usahanya.

Ia juga menekankan pentingnya kejujuran mengenai bahan yang digunakan dalam produk.

"Untuk mempertahankan kepercayaan, kritik dan saran dari pelanggan kita jadikan sebagai bahan evaluasi. Kita juga harus jujur mengenai bahan yang digunakan," jelasnya.

Apabila terjadi kesalahan pada produk, ia berupaya memberikan solusi yang dapat memuaskan pelanggan. Salah satunya dengan mengganti produk yang bermasalah dengan produk baru.

Baca Juga: Tersangka Pembunuhan Anak Kandung di Merauke Tolak Tes Kebohongan

"Seandainya terjadi kesalahan pada produk, kasih solusi yang memuaskan pelanggan, contohnya seperti gantikan dengan produk yang baru," pungkasnya.(Get)