Merauke - Terdapat 46 kasus diare dilaporkan terjadi di Distrik Padua, Kabupaten Merauke. Empat di antaranya masih menjalani perawatan di Puskesmas Ilwayab dan dua lainnya meninggal dunia.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke, dr. Neville membenarkan kondisi tersebut dan menyampaikan bahwa tim medis sudah melakukan penanganan di sana.
"Yang dilaporkan meninggal dunia 1 orang di tanggal 20 dan 1 lagi di tanggal 21 Oktober 2026. Namnya diare itu berarti pencemaran lewat saluran pencernaan. Kemungkinan dengan kondisi panas seperti sekarng ini, berkurangnya air bersih sehingga masyarakat mengkonsumsi air yang tidak sehat," terang dr. Neville, Kamis, (22/10/2026) kepada wartawan.
Sementara untuk stok obat di Puskesmas Ilwayab masih aman. Namun Dinkes Kabupaten Merauke sudah melaporkan ke Dinkes Provinsi Papua Selatan sebagai langkah antisipasi, termasuk ke Pemerintah Provinsi Papua Selatan untuk menyiapkan alokasi anggaran bantuan air bersih serta pengadakan sumur bor sebagai sumber air bersih bagi masyarakat setempat.
Neville kembali menegaskan, dugaan sementara penyakit diare di Padua diakibatkan karena kekeringan sehingga masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terpaksa harus mengkonsumsi air yang tidak sehat.
Baca Juga: Hubungan Persaudaraan Antar Siswa Dipererat Melaui Pekan Olahraga Pelajar
Selain diare, dr. Neville juga sampaikan agar masyarakat waspada terhadap infeksi saluran pernapasan (ISPA). Sebab cuaca panas menghasilkan debu, dan juga memicu kebakaran hutan dan lahan sehingga asapnya akan mengganggu kesehatan masyarakat khususnya gangguan saluran pernapasan.(Get)








0 Komentar
Komentar tidak ada